ProFauna: Sindikat Penjualan Satwa Dilindungi di Jabar Gunakan Kurir

LiputanNKRI, Penjualan satwa di Jawa Barat belakangan ini masih banyak terjadi. Bahkan ada pola baru melalui layanan pengiriman satwa dalam sistem penjualan.

Hal itu diungkapkan Koordinator ProFauna Perwakilan Jawa Barat Rinda Aunillah Sirait saat diskusi bertajuk ‘Perdagangan Ilegal Satwa Liar’ di Gedung Perpustakaan ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung, Jawa barat, Senin (4/9/2017).

” Jadi saat ini sudah berkembang istilah kurir sato (hewan-red) di lokasi Jawa Barat, namun lebih khususnya ada di Bandung. Kurir sato ini pelayanannya dari mulai mengantar satwa yang umum hingga satwa liar dilindungi, ” tutur Rinda seusai diskusi.

Rinda menyampaikan kurir ini muncul sebagai bisnis baru di tengah-tengah sindikat penjualan satwa liar. Jasa pengiriman ini berkembang sejak tahun 2017 ini.

Kehadiran kurir itu, lanjut Rinda, menjadi keuntungan tersendiri untuk penjual satwa liar. Pedagang bisa dengan mudah menjalankan usaha ilegalnya itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

” Dengan adanya ini pembeli tidak akan berjumpa dengan si penjualnya. Lucunya kurir ini bisa menjamin aman, termasuk aman secara hukum. Jadi kalau ada yang kena, ditangani oleh si kurir ini, ” kata dia.

Berdasar pada pantauan ProFauna Jawa barat, sambung dia, satwa yang dipasarkan kebanyakan jenis satwa reptil serta burung predator. Bahkan, beberapa kali pihaknya menemukan bayi lutung juga dikirimkan lewat kurir ini.

” Ini masih didalami. Tetapi pergerakan permintaan memakai kurir ini cenderung naik, ” tandasnya.

Menurut Rinda, layanan kurir ini sebenarnya bisa dijerat hukuman juga. Hal tersebut dapat merujuk pada Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati nomor 5 tahun 1990.

” Dalam undang-undang itu kan disebutkan dilarang menyimpan, memperjual belikan serta yang lainnya. Nah ini kan dia termasuk juga memindahkan, jadi bisa juga dijerat, ” tuturnya.

Komentar Anda