Pesan Ibunda Marquez ke Jarco dan Insidennya dengan Marquez

LiputanNKRI, Johann Zarco rupanya mendapat sebuah pesan khusus dari ibunda Marc Marquez di malam sebelum balapan pamungkas di Valencia. Apa?

Pada hari Sabtu (11/11/2017), Marquez berhasil meraih posisi pole MotoGP Valencia. Zarco ikut begin di baris terdepan, memunculkan potensi sengitnya balapan.

Potensi itu rupanya ikut terbaca oleh ibunda Marquez, yang saat itu masih bersaing dengan Andrea Dovizioso. Ketika berpapasan dengan Zarco usai kualifikasi, ibunda Marquez pun berpesan.

“Tempo hari ibunya bilang kepada saya, ‘Zarco tolong hati-hati ya!” ujar Zarco usai balapan seperti dilansir FoxSports.

“Saat itu saya sedang naik skuter, hendak balik untuk beristirahat, dan beliau sedang berjalan. Dan saya pun menjawab, ‘Ya, saya akan mendengar nasihatmu, jangan khawatir’,” tuturnya.

Dalam balapan Minggu (12/11), Marquez berhasil memastikan gelar juara dunia keempatnya di kelas primer. Dia  finis ketiga, walaupun sempat terjatuh saat sedang berebut posisi dengan… Zarco!

Di samping itu,Marc Marquez nyaris terjatuh dalam balapan penentu di Valencia. Itu rupanya terjadi karena Marquez merasa ngeri dengan keberadaan Johann Zarco.

Dalam balapan di Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) malam WIB, Marquez sempat melewati Zarco di tikungan terakhir. Tapi pada Turn 1 putaran berikutnya rider Repsol Honda tersebut nyaris jatuh.

Marquez selamat berkat kesigapannya menggunakan lutut dan sikut untuk menegakkan lagi motornya, dan kembali dalam balapan, walaupun harus sedikit melebar keluar trek dan turun beberapa posisi.

Pada prosesnya, Marquez tetap mampu finis ketiga dalam MotoGP Valencia tersebut sekaligus memastikan gelar juara dunia keempatnya di kelas primer. Zarco menyudahi balapan itu di posisi kedua.

“Strategi paling mudah tentu adalah memimpin balapan tapi sulit untuk melakukannya. Setelah start dengan tak terlalu buruk, saya melihat Zarco di belakang sehingga saya membiarkannya lewat karena tahu ia akan habis-habisan,” ujar Marquez di Crash.net.

“Di belakangnya, saya bisa lebih cepat tapi tidak konsentrasi sehingga melakukan sejumlah kesalahan, karena tidak melaju dengan gaya sendiri. Setelah ia melakukan kesalahan, saya pun masuk, tapi saya melihat agresivitasnya dan karena itulah saya membuat kesalahan di tikungan pertama. Ketika melewatinya, saya ngeri karena merasa motornya amat dekat sehingga saya pun berusaha mengerem lebih lambat untuk menghindari masalah.”

“Tapi saya justru menghadapi momen sulit dan ketika kehilangan kendali bagian depan motor saya pun bertekad akan terus berada di atas motor dan cuma akan melihat bisa finis di mana! Saat akan jatuh, saya pun mengangkat motornya,” tuturnya.

Komentar Anda