Andrei Sakharov Pembuat Bom Hidrogen hingga di tuding Berkhianat

Liputannkri, Moscow – Tanggal 22 Januari 1980 menjadi hari yang naas untuk Andrei Sakharov, ilmuwan Uni Soviet yang sudah sukses membuat bom hidrogen yang justru mendapatkan Nobel Perdamaian. Pada hari itu, 37 tahun lalu, Sakharov serta istri, Yelena Bonner, di tangkap lantas dibuang dengan kata lain diasingkan.

Usut punya usut, Sakharov diasingkan lantaran dikira berkhianat serta membangkang pada pemerintah pada waktu itu.

Sakharov yang begitu vokal mensupport demokrasi serta hak asasi manusia di negaranya, sering ‘menyerang’ pemerintah dalam tiap-tiap wawancaranya.

Pembuat Bom Hidrogen Uni Soviet, Andrei Sakharov, Liputannkri.com (22 Jan 1980)

Pernah satu saat diwawancara, Sakharov menyebutkan mensupport sikap Amerika Serikat (AS) pada Uni Soviet berkaitan invasi di Afghanistan. Sakharov bersikeras supaya pemerintah Soviet menarik pasukannya dari Afghanistan.

Seperti dimuat BBC, Sakharov di tangkap agen intelijen Soviet (KGB) berbarengan istrinya, Bonner, waktu tengah melintas jalan di Moskow. Keduanya lalu diasingkan ke lokasi industri Gorky, sebagai tempat terlarang untuk wartawan untuk masuk.

Selama diasingkan, Sakharov tak kehilangan akal untuk mengekspresikan pemikiran-pemikiran serta kritiknya pada negara. Ia juga jadi motor gerakan tindakan mogok makan di lokasi itu.

Sakharov pernah ajukan permintaan ke pemerintah supaya istrinya, Bonner diizinkan ke Amerika Serikat untuk melakukan penyembuhan mata serta jantung. Namun tidak diterima. Bonner dituduh sudah lakukan pengkhianatan pada negaranya.

Selanjutnya, Sakharov serta Bonner dibebaskan pemerintah pada tahun 1986 dibawah pemerintahan Presiden Mikhail Gorbachev. Sakharov lalu didapuk jadi anggota dewan terpenting gerakan pro-demokrasi. Dia juga aktif menolong pemimpin oposisi di parlemen Uni Soviet serta ikut serta dalam pengaturan konstitusi negara.

Dr Sakharov di kenal sebagai pencipta bom hidrogen, walau selanjutnya ia malah menggalakkan kampanye melawan bom nuklir. Ia lalu mencapai Nobel Perdamaian pada tahun 1975 lantaran perjuangannya dalam bagian hak asasi manusia.

Sakharov yang lahir pada 21 Mei 1921 wafat dunia pada tanggal 14 Desember 1989 lantaran serangan jantung.

Histori lain mencatat pada (22/01/1970), Pesawat Boeing 747, “jumbo jet” pertama didunia, mengawali penerbangan komersialnya lewat Pan American Airways dengan penerbangan dari Bandara Udara Internasional John F. Kennedy ke Bandar Udara Internasional London Heathrow.

Komentar Anda

Leave a Reply