Ikuti langkah-langkah untuk keluar dari Channel BBM Palsu

Liputannkri, Jakarta – Seperti diwartakan terlebih dulu, satu pesan broadcast undangan yang mengedar di aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) bikin ramai pemakai lantaran diragukan keasliannya.

Isi dari pesan itu yaitu undangan yang mengajak pemakai untuk berhimpun ke BBM Channel. Pesan broadcast juga menjanjikan pemakai bakal senantiasa terima up-date paling baru dengan cara automatis. Bahkan juga, pemakai ditawari akses BBM free tanpa ada kuota.

Pihak BBM telah menyebutkan kalau info yang disiapkan channel itu tak valid serta berisiko.

“Untuk beberapa pengguna BBM, berharap tidak bergabung serta menebarkan account saluran (channel) palsu C0035E285, seperti pada gambar berikut ini. Terima kasih, ” tweet account @BBM pada Jumat 20 Januari 2017.

Accoun Chanell Palsu, liputannkri.com

Bila anda telah terlanjur bergabung ke BBM Channel itu, janganlah cemas atau panik. Langkah paling baik yang perlu dikerjakan yaitu meninggalkan channel itu.

Langkah-langkah untuk meninggalkan BBM Channel palsu :

    • Buka aplikasi BBM
    • Tap menu paling utama serta tentukan Channels
    • Tentukan Channels yang anda ikuti
    • Tap menu dibagian kanan atas
    • Tentukan Leave, saat itu juga anda bakal meninggalkan BBM Channel
Pic cara meninggalkan Channel BBM Palsu, Liputannkri.com

Seperti diwartakan terlebih dulu, ahli keamanan siber serta kriptografi Pratama Persadha memiliki pendapat kalau pemakai BBM baiknya tidak gampang untuk tergoda dengan iming-iming pesan broadcast palsu.

Terlebih, pemakai BBM tidak paham channel itu valid atau tidak. Ia menyatakan kalau pihak yang bikin BBM Channel itu yaitu orang yang tidak bertanggungjawab.

“Rencana BBM dahulu kan cuma chatting, saat ini beralih manfaat jadi media. Tidak usah buka media lain, semuanya tersentralisasi di BBM. Ingin ngapain-ngapain telah ada di BBM semuanya. Nah, dengan beralih manfaatnya BBM, kebanyakan orang bebas dapat buat channel, ini kaya sejenis fanpage bila di Facebook. Maksud paling utama dia (orang tidak bertanggungjawab) mencari user banyak,” ucap Pratama.

Yang pantas diwaspadai, katanya, channel palsu itu kemarin sudah mencapai lebih 4 juta anggota. Bila digunakan orang tidak bertanggungjawab dapat disebarkan malware, trojan, virus, serta yang lainnya.

“Semua data transaksi internet banking dapat dicuri oleh hacker. Bahkan juga data pemakai, termasuk juga nomor telephone, dapat di jual ke perusahaan keuangan. Semuanya data personal rawan di jual,” ujarnya.

Komentar Anda

Leave a Reply