Yogi Dihukum 20 Tahun Atas Kasus Supir GrabCar Aji Saputra

Yogi AndrianysahYogi Andrianysah akhirnya divonis 20 tahun penjara.

LiputanNKRI, Pembunuhan Supir GrabCar di Palembang, Yogi Andrianysah akhirnya divonis 20 tahun penjara. Namun setelah vonis dibacakan Yogi malah mengancam keluarga korban, dengan kalimat ‘mati kau’, pihak keluarga pun geram.

“Mati saja dia di penjara sana, busuklah. Dasar pembunuh,” teriak salah keluarga keluarga korban usai Yogi mengancam di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (31/10/2018).

Sedangkan ayah korban, Suhardi, mengaku kecewa meNdengarkan ucapan Yogi. Padahal awalnya berharap Yogi bisa berubah dan merenungi nasib yang membuat dirinya harus meringkuk di penjara untuk 20 tahun ke depan.

“Sebenarnya kami menerima putusan 20 tahun penjara ini, anak saya sudah tidak ada. Tapi karena dia ngancam-ngancam ya jadi pada emosi,” kata Suhardi.

“Seharusnya dia sadar, kami kehilangan keluarga karena mereka bunuh. Tapi dia malah ngomong gitu, siapa orang yang dia ancam? Kami? Dasar tidak tahu diri,” imbuhnya.

GrabCar
Ilustrasi Yogi membunuh dan merampok driver GrabCar Aji Saputra beberapa bulan lalu.

Sebagaimana diketahui Yogi dinyatakan bersalah membunuh dan merampok driver GrabCar Aji Saputra beberapa bulan lalu. Yogi yang divonis 20 tahun penjara oleh majelis melontarkan kalimat ancaman saat keluar dari ruang sidang. Selain itu, Yogi sempat menatap sinis pengunjung yang hadir.

“Awas kau, mati kau!” kata Yogi dengan lantang saat keluar ruang persidangan dengan pengawalan ketat oleh Jaksa.

Dalam putusannya, hakim menilai Yogi terbukti ikut melakukan pencurian dan menyebakan korban tewas. Perbuatan Yogi sebagaimana tertuang pada Pasal 365 ayat (4) KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Dihimpun dari lokasi oleh kami team LiputanNKRI, Yogi memang telah menerima putusan yang dibacakan oleh hakim di PN Palembang sore ini, Rabu (31/10/2018). Namun, saat dia keluar dari ruangan, terlihat keluarga korban marah dan mengamuk.

Kemarahan keluarga korban dipicu oleh ucapan Yogi. Yogi sempat mengancam akan membunuh seseorang, tapi tak jelas siapa yang dimaksud.

“Awas kau, mati kau,” kata Yogi dengan lantang sembari keluar dari ruang persidangan dengan dikawal ketat oleh jaksa.

Keluarga korban yang sudah menunggu lama di depan ruang sidang mendengar ucapan Yogi. Sontak mereka langsung emosional dan sempat mengejar pembunuh tersebut.

“Apo maksud kau? Siapo yang nak kau bunuh? Ngapo ngancem-ngancem kau. (Apa maksud kamu? Siapa yang akan kamu bunuh? Kenapa kamu ancam-ancam),” teriak salah satu keluarga korban sambil mengejar Yogi.

Melihat peristiwa tersebut, jaksa langsung cepat-cepat membawa Yogi kembali ke sel tahanan sementara PN Palembang. Sedangkan keluarga para korban diminta tenang dan tidak buat keributan.

Untuk diketahui, Yogi Andriasyah divonis 20 tahun penjara oleh tiga mejelis hakim di PN Palembang. Dia mengakui perbuatan yang dilakukannya sehari sebelum malam takbiran tersebut.

“Saya menerima,” kata Yogi dengan raut wajah santai saat menanggapi putusan yang dibacakan majelis hakim dengan suara bulat, yang diketuai Wishnu Wicaksono serta hakim anggota Saiman dan Sartiyono.

Komentar Anda