Utang Luar Negeri Bertambah 4,92 Trilliun, Ada Apa?

LiputanNKRI, Utang Negara kembali bertambah di akhir bulan 6 ini.Pada hal akhir Mei 2017, total utang pemerintah pusat sudah tercatat mencapai Rp 3.672,33 triliun. Dalam sebulan, pinjaman ini naik Rp 4,92 triliun, dibandingkan jumlah di bulan  April 2017  yang hanya sebesar Rp 3.667,41 triliun saja.

Dalam denominasi dolar AS, jumlah pinjaman pemerintah pusat di bulan Mei 2017 adalah US$ 275,68 miliar, naik tipis dari  posisi akhir bulan  April 2017 yang hanya  sebesar US$ 275,19 miliar saja.

Sebagian besar pinjaman  pemerintah dalam bentuk surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN). Sampai Mei 2017 ini saja, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.943,73 triliun, naik dari akhir April 2 sampai dengan 17 yang sebesar Rp 2.932,69 triliun. Sementara itu, pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 728,6 triliun, turun dari April 2017 sebesar Rp 734,71 triliun.

Demikian dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (27/6/2017).

Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:

  • 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  • 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
  • 2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)
  • 2015: Rp 3.098,64 triliun (26,8%)
  • 2016: Rp 3.466,96 triliun (27,9%)
Komentar Anda