Untungnya Tinggal di Rusun Nempel Stasiun: Dijemput Kereta Tiap Hari

LiputanNKRI, Pemerintah secara serius menjawab tantangan urbanisasi di Jakarta, salah satunya adalah menyediakan rumah yang terjangkau bagi penduduk berpenghasilan rendah lewat pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) yang nempel stasiun alias Transit Oriented Development (TOD). Beberapa hunian dengan konsep TOD sudah dimulai di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Senen, Stasiun Juanda, dan Stasiun Tanah Abang.

” Dengan membangun TOD ini memperlihatkan keseriusan kami mengatasi masalah urbanisasi di perkotaan, baik untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan kalangan menengah, ” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Basuki juga berharap dengan TOD akan membuat masyarakat lebih nyaman tinggal di daerah perkotaan. ” Bayangkan para penghuni rusun akan dijemput kereta setiap hari. Ini merupakan kemewahan tersendiri karena tidak bertemu dengan kemacetan lalu lintas yang sangat menjemukan, ” terang Basuki.

Pembangunan proyek Rusunami TOD dimulai sejak April 2017 dengan dibangun di Tanjung Barat serta Pondok Cina, Depok. Karena tanggapan masyarakat yang sangat baik, sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali meluncurkan tiga proyek TOD yang di dukung penuh oleh Kementerian PUPR. Menteri Basuki berharap setiap TOD yang di bangun bisa tepat menjangkau kelompok sasaran.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno selalu meningkatkan jumlah buat MBR untuk setiap TOD yang di bangun oleh perusahaan BUMN. ” Untuk TOD Senen porsi MBR 35% dan harganya Rp 7 juta per meter persegi. Kami juga akan mengusahakan harga itu di setiap TOD, ” terang Rini.

TOD Senen di bangun kerja sama antara PT Wiajaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api di lahan seluas 8.560 meter persegi dengan investasi sebesar Rp 500 miliar untuk membangun sebanyak 480 unit bagi MBR dan 480 unit untuk komersial.

Selain TOD Senen, pada hari yang sama juga dimulai pembangunan TOD Juanda serta Tanah Abang yang merupakan kerja sama antara PT PP (Persero) Tbk dengan PT KAI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik sinergi BUMN dalam membangun negeri.

” Dibawah sinergi BUMN serta Kementerian PUPR ada inisiasi untuk membuat rumah bagi MBR di dalam kota dengan jumlah yang terus meningkat bahkan juga hingga 35 persen. Selain itu, luas ruangan dari 22 meter persegi jadi 32 meter persegi, ” ungkap Budi.

Rancangan TOD diharapkan bisa mengurangi angka kurangnya persediaan rumah (backlog) di Indonesia yang saat ini mencapai 11,4 juta dan mengurai kemacetan sreta mengurangi kekumuhan. TOD Juanda di bangun diatas tempat seluas 6 hektar sebanyak dua menara (tower) dengan investasi Rp 300 miliar. TOD Juanda menyediakan 171 unit rumah buat MBR atau setara 36% dari total unit yang di bangun.

Sementara itu, TOD Tanah Abang juga akan di bangun diatas lahan seluas 4 hektar serta terbagi menjadi tiga fase. Fase pertama akan dibangun dua tower sebanyak 1.100 unit dengan jumlah MBR sebanyak 35% atau 385 unit.

Komentar Anda