Tidak Ada Laporan Kerusakan Pada Gempa Yang Terjadi Dilamongan

LiputanNKRI, Gempa 4,2 Skala Richter (SR) terjadi di perairan lokasi Kabupaten Lamongan, di kedalaman 5 Km, sekitar jam 19.30 WIB, Minggu (23/7/2017). Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan karena gempa itu.

Kepala BPBD Lamongan, Suprapto membenarkan gempa terasa di Lamongan. Namun sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan. ” Insya Allah tidak ada kerusakan dan gempa yang terjadi ini tidak dapat dirasakan serta tidak akan terjadinya tsunami, ” kata Suprapto saat dihubungi.

Menurut Suprapto, gempa Lamongan yang terjadi dipicu aktivitas sesar lokal serta tidak berpotensi tsunami. ” Menurut laporan yang di terima, guncangan gempa dirasakan beberapa orang dan sampai saat ini belum ada laporan lebih lanjut berkaitan dampak gempa bumi, ” imbuhnya.

Gempa tersebut, terang Suprapto, adalah gempa dangkal karena aktivitas sesar lokal yang ada di lokasi Lamongan. ” Kepada warga di Lamongan serta sekelilingnya diimbau tetap tenang, ” pintanya.

Baca Juga :  Dhani Tersangka, Gerinda Masih Dhani Jurkamnas Prabowo - Sandi

Sementara gempa ini dirasakan beberapa warga di Pantura Lamongan. Seperti warga Yana (42) warga Dusun Jetak Desa/Kecamatan Paciran. Dia dan keponakannya, Lis hidayati (45) merasakan sebagian getaran saat berbincang-bincang dengan adiknya ditempat tidur.

” Waktu ada getaran, saya dan keponakan lompat dari tempat tidur karna ada getaran, ” kata Yana.

Saat itu juga, dirinya memanggil keluarganya dan bertanya tentang getaran yang terjadi. ” Iya, orang rumah ngerasa ada getaran, tetapi sebentar. Ini baru pertama kalinya terjadi, ” tambah ibu satu anak ini.

Selain di Desa/Kecamatan Paciran, gempa juga dirasakan di Desa Kemantren, Desa Kranji dan Desa Banjaranyar, Roni. Roni mengaku merasakan gempa yang baru pertama kalinya terjadi. Saat itu, Roni yang tengah santai dirumah mendadak merasakan getaran. Apalagi, saya Roni, waktu itu dirinya bersama keluarga tengah duduk-duduk di lantai rumah. ” Terasa goyang-goyang saja dan sebentar, ” tukasnya.

Baca Juga :  Diskotik Old City Disegel Dengan Pengawasan Aparat Gabungan

Meski sempat kaget, kata Roni, ia bersama keluarganya ke luar rumah. Rupanya, banyak tetangganya merasakan hal yang sama. Meski hanya terasa kecil, Roni mengaku sempat kaget dan khawatir. Saat ini, kata Roni, warga masih ada yang berjaga diluar rumah.

” Tidak ada kerusakan, ” kata Roni yang mengaku tahu kalau getaran yang terjadi karena gempa dari tetangga serta dari sosial media itu.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Agus, Warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran. Agus juga sempat merasakan getaran meski kecil. ” Sempat merasakan getaran tetapi sebentar, ” akunya.

Komentar Anda