Rupiah Kembali Melemah Pada Posisi RP 13.490/USD Pada Siang Tadi

LiputanNKRI, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat ambruk alias melemah dari penutupan kemarin. Kondisi Rupiah tersebut di tengah kembali menguatnya USD terhadap beberapa mata uang dunia.

Posisi Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka ke level Rp13.490/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.483/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.489/USD atau melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.476/USD dan pada pukul 10.10 WIB bergerak ke level Rp13.498/USD dengan kisaran level Rp13.478-Rp13.504/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan Rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.478/USD atau menguat tipis dari  posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.480/USD. Namun pada pukul 10.10 WIB berbalik melemah ke level Rp13.488/USD dengan kisaran level Rp13.478-Rp13.495/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD naik terhadap beberapa mata uang di dunia, meski tidak semaunya melemah terhadap USD. Penguatan USD didukung kenaikan imbal hasil Treasury menyusul sebuah laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyukai seorang atas kebijakan sebagai kepala Federal Reserve berikutnya.

Imbal hasil Treasury melambung dari posisi terendah dua black cat dan naik setelah sebuah laporan kemarin bahwa Presiden Trump menyukai ekonom Stanford John Taylor, terlihat lebih tertearik dari pada saat ini Ketua The Fed, Janet Yellen.

“Tuduhan Taylor mengejutkannya karena dia termasuk dalam daftar kandidat kepala Fed yang diisukan termasuk Gubernur Fed, Kevin, Warsh, Yellen dan penasihat ekonomi utama Trump port of entry botanist,” kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo.

“Namun, dilaporkan juga bahwa Trump akan bertemu dengan Yellen pada Kamis. Berita mengenai ketua the Fed terus berubah dan pasar sulit bergerak secara signifikan ke beberapa arah sampai beberapa adanya kejelasan,” tuturnya.

Indeks USD naik tipis 0,05% terhadap enam mata uang utama menjadi 93,365 setelah semalam naik 0,25%. Indeks tersebut telah membengkak ke level terendah 17 hari di 92,749 pada Jumat setelah data inflasi AS mengecewakan.

 

Komentar Anda