Rodrigo: Menasehati Tentaranya Agar Jangan Mati di Tangan Teroris

LiputanNKRI, Di tengah memanasnya pertempuran di selatan Filipina, Presiden Rodrigo Duterte menasihati tentaranya agar tak mati di tangan para militan. Rodrigo Duterte bahkan rela memberikan amunisi untuk bunuh diri agar nyawa tentaranya dihabisi teroris.

“Saya Akan memberikan kalian semua pistol dengan dua kantong amunisi dan satu lagi untuk disiagakan dan salah satu kantong amunisi itu untuk kalian. Dua lainnya untuk musuh,” ujar Duterte kepada para tentaranya pada Selasa (18/7).

Di hadapannya, sudah berjajar 3.000 pistol yang akan diberikan ke tentara di bawah perjanjian antara Kementerian Layanan Manajemen Pembelanjaan Anggaran dengan perusahaan Armscor Global Defense.

Ia kemudian menginstruksikan para tentara untuk tidak menyerah menggempur militan selagi mereka masih hidup. Namun, jika sudah terdesak, Duterte menyuruh tentaranya untuk bunuh diri ketimbang mati di tangan militan.

“Jangan menyerah selagi masih hidup. Jika terpojok, yang harus kalian semua lakukan adalah mengangkat tangan kanan kalian dan masukkan pistol itu ke mulut kalian,” ucapnya disambut gelak tawa semua tentara yang ada di sana.

Namun, Duterte tetap berbicara dengan serius. Duterte kemudian berkata, Rodrigo Duterte rela jika senjata itu jatuh ke tangan lawan, tapi saat tentara memang sudah kehilangan nyawa.

“Jangan biarkan mereka memenggal kepala kalian. Keluarga kalian akan melihat itu. Semua akan sangat menakutkan dan membawa trauma. Untuk itu, kantung amunisi terakhir, itu untuk kalian semua,” katanya sebagaimana dikutip Inquerier.

Komentar Anda