Penumpang Yang nge-vape di Dalam Pesawat,Mesti Diblacklist?

LiputanNKRI , Pelanggaran di dalam penerbangan harus ada tindakan tegas, agar kasus penumpang yang nge-vape di dalam pesawat tidak terjadi lagi. Haruskah dengan blacklist juga?

Rabu (9/5/2018) kemarin, ada penumpang pesawat Batik Air yang  nge-vape di kamar mandi pesawat yang memiliki sensor asap rokok. Peristiwa tersebut terjadi di maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6950 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah. Seorang penumpang laki-laki berinisial FC yang duduk di nomor 2D, diketahui melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan perjalanan dan melanggar aturan penerbangan sipil nasional maupun internasional.

FC merokok menggunakan rokok elektrik (vape) di kamar kecil (lavatory) bagian depan pesawat. Setelah itu, dia langsung diamankan oleh petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec) di Lombok.

https://bit.ly/2rr1Sp9
Penumpang yang kedapatan meroko di kamar mandi pesawat

“Pesan saya, jangan kaget kalau di-blacklist oleh maskapai,” kata pengamat penerbangan Gerry Soejatman kepada LiputanNKRI saat di konfirmasikan siang tadi melalui handphone, Kamis  siang tadi(10/5/2018).

Gerry menjelaskan, pihak maskapai bisa-bisa saja mengeluarkan blacklist kepada penumpang yang bandel. Apalagi terkait dengan keselamatan penerbangan, harus ada tindakan tegas.

“Seharusnya ada daftar blacklist. Kategori ringan dan berat. Kalau kategori ringan, silahkan hanya maskapai saja yang tahu, tetapi yang berat, baiknya daftar dikumpulkan di Dirkampen (Direktur Keamanan Penerbangan),” jelas Gerry.

Ke depannya, diharapkan penumpang pesawat lebih mematuhi aturan. Patuhi segala larangan dan jangan berbuat macam-macam yang bisa merugikan penumpang lain dan diri sendiri.

Komentar Anda