Penjual Paksa Bendera Di Sukabumi Menggelisahkan Warga

LiputanNKRI, Tindakan jual paksa bendera merah putih merepotkan pengguna jalan di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka mencegat dan menghentikan kendaraan yang melintas di ruas jalan Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar. Satu bendera yang dipasang ditarif sebesar Rp 5000, para oknum penjual bendera ini tampak seringkali bergerombol bersama rekan-rekannya.

Peristiwa itu dihadapi Ryan Hidayatullah, warga Kecamatan Cicurug yang kebetulan melintas di ruas jalan Cibatu lebih kurang waktu 13.00 WIB, Senin (17/7/2017). Ia yang saat itu tengah bersama sang ayah mendadak kendaraannya dihentikan oleh salah seseorang oknum penjual bendera yang segera memasangkan bendera di besi spion kendaraannya.

” Saya tengah ada urusan kerjaan, diantar sama ayah. Dari jauh sudah tampak ada tiga orang melambai-lambaikan bendera, saya awalnya menolak lewatin mereka, nah pas saya lewatin dia berteriak ke rekannya yang telah ada didepan, kata dia woi cegat tah, ” papar Ryan melalui sambungan teleponnya.

Saat itu Ryanmengaku tidak membawa uang sama sekali, dalam video yang di kirim, ayahnya tampak kebingungan mengumpulkan uang receh. Orang yang berpakaian biru segera memasang bendera di spion kendaraannya dengan gaya sok jagoan.

” Kalau memang enggak ada uang mau bagaimana lagi, akhirnya saya bantu mencari uang sisa-sisa parkiran. Takut sih enggak, tetapi pas saya lihat ke jendela mobil banyak teman-temannya bergorombol disitu, ” lanjutnya.

Ryan yang jengkel lalu mempostingkan momen yang dialaminya ke sosial media facebook. Dalam waktu singkat postingan Ryan jadi viral, ratusan warga yang sempat mengalami kejadian serupa ramai-ramai memohon aparat kepolisian menertibkan para penjual paksa bendera itu.

” Nu kitu jelema pengangguran.. dengan menjual bendera secara paksa. Sedangkan bulan agustus nya juga masih jauh, ” tulis pengguna Facebook bernama Sandi Andika.

” Sepertinya di sini diperlukan peran dari Babinsa serta Babinkantibmas buat pendekatan dan memberikan arahan, agar suasana lingkungan menjadi nyaman buat semuanya (masyarakat setempat maupun pendatang/berkunjung). Sebenarnya kejadian seperti diceritakan diatas banyak juga terjadi di daerah lain, ” kata Liandy Andi pengguna Facebook lainnya.

Komentar Anda