Pengusaha Ini Akhirnya Mau Membayar Pajak Sebesar 2,37 Miliar

LiputanNKRI, Direktorat Jenderal Pajak menyandera (gizjeling) seorang pengusaha berinisial EB (53) dikarenakan menunggak pajak sebesar Rp 2,37 miliar. Kepala Lapas Kelas IIA Dadi Mulyadi mengatakan EB terpaksa disandera dikarenakan tidak membayar pajak setelah diberi waktu mulai sejak Tax Amnesty periode 1 dan 2.

” Dirjen Pajak mempunyai data yang valid kalau yang bersangkutan mempunyai uang sebesar Rp 2,37 miliar. Sudah diberikan kesempatan 2 kali periode tax amnesty. Namun dia gak juga bayar pajaknya, ” kata Dadi.

Pria yang berada di Berau, Kalimantan Timur itu, sambung Dodi, menjadi pengusaha batu bara yang mempunyai banyak perusahaan di daerahnya, termasuk juga di Jakarta.

EB di tangkap pada Rabu (12/7/2017) lalu oleh petugas dari Dirjen Pajak serta Bareskrim di kediamannya yang berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Baca Juga :  Diskotik Old City Disegel Dengan Pengawasan Aparat Gabungan

” Jadi waktu hari Rabu (12/7), di tangkap sekitar jam 16.00 WIB. Dirjen Pajak bersama Bareskrim datang ke rumahnya di lokasi Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ” ujarnya.

” Pas disamperin bilang ‘gak punyai uang, hanya mampu bayar Rp 300 juta’. Namun Dirjen Pajak mempunyai data yang valid kalau dia penunggak pajak, ” dia menambahkan.

Kemudian, EB disandera di Lapas Salemba bersama 10 orang penunggak pajak lain yang belum juga membayarakan hutangnya pada negara.

Tetapi, tidak lama berselang, EB menyebutkan untuk menyanggupi membayar hutang sekitar Rp 2,37 miliar.

” Setelah ditahan 2-3 jam, dia segera menyebutkan, ‘Kalau gitu besok saya bayar deh Pak’, ” kata Dadi.

Baca Juga :  Dhani Tersangka, Gerinda Masih Dhani Jurkamnas Prabowo - Sandi

Setelah membayar tunggakan keesokan harinya, EB segera dibebaskan.

EB menjadi penunggak pajak tercepat yang membayar pajak setelah dilakukan sistem penyanderaan, yaitu selama 16 jam.

Komentar Anda