Pemerintah Perlu Perhatikan Hal Ini Agar Garam Tak Langka

LiputanNKRI, Masalah kelangkaan persediaan garam sedang jadi perbincangan hangat. Menurut mantan Dirut PT Garam, Usman Perdanakusuma, agar masalah ini tidak terulang lagi tahun depan dan seterusnya, ada beberapa hal yang wajib di perhatikan pemerintah.

Pertama, PT Garam harus mempunyai gudang berteknologi canggih yang dapat menyimpan sedikitnya 100.000-ton garam untuk stok setahun ke depan. Sehingga, tidak terjadi kelangkaan garam saat terjadi anomali cuaca seperti saat ini.

” Jadi PT Garam tidak hanya menghasilkan lalu menjual, namun juga melakukan stok untuk 1 tahun ke depan. Yang disimpan serapan dari garam rakyat, ” tutur Usman.
Kedua, PT Garam harus ada di beberapa daerah yang curah hujannya rendah seperti di NTT dan NTB. Pemerintah melalui PT Garam harus turun dengan sistem inti plasma serta memastikan membeli garam hasil produksi rakyat.

Hadirnya PT Garam ke beberapa daerah itu sangat penting agar petani garam disana kembali berproduksi.

” PT Garam harus menjadi pionir agar beberapa orang yang punya tambak garam semangat produksi karena garamnya pasti dibeli. Di sinilah peranan pemerintah melalui PT Garam menerapkan inti plasma, ” kata Usman.
Selain itu, Usman menyarankan pemerintah mengaudit kebutuhan garam industri yang dipasok dari import minimal 2 juta ton per tahun. Untuk audit ini, menurut Usman, Kementerian Kelautan dan Perikanan membentuk satgas yang melibatkan bea cukai, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan.

” Apakah betul membutuhkan garam industri sampai 2 juta ton, apakah kandungan NaCL cukup dibawah 97%, kenapa harus import, ” jelas Usman.
Dia menambahkan, untuk membatasi laju import garam, maka pemerintah harus menyiapkan lahan pada 5.000 hingga 10.000 hektar.

” Kalau ada politcal will dari pemerintah, lahan itu tidak sulit, ” papar Usman.

Komentar Anda