Pasang Stiker, Taksi Online Tak Perlu Khawatirkan Keamanan

LiputanNKRI, Kementerian Perhubungan memutuskan sejumlah point penting dalam revisi Permen 26 Tahun 2017 terkait taksi online. Salah satunya adalah tentang kewajiban penempelan stiker di setiap kendaraan taksi online.

Namun, banyak pengemudi taksi online yang cemas penempelan stiker itu dapat memudahkan sejumlah oknum untuk melakukan sweeping ke pengendara taksi online.

Direktur Angkutan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana, menuturkan seharusnya pengemudi taksi online sudah tidak perlu takut adanya sweeping kalau kendaraan sudah ditempeli stiker. Sebab penempelan stiker menandakan kalau taksi online sudah sah dan legal.

” Pemasangan stiker ini memang ada yang menyampaikan, tidak ada stiker saja, istilahnya di sweeping, apalagi ada stiker? Pemikirannya dirubah saja. Dengan terdapatnya stiker malah memberi perlindungan juga pada pengemudi online. Dengan stiker maka kendaraan itu sudah legal, ” tuturnya dalam diskusi bertema Mengupas Masalah Peraturan Transportasi Online.

Cucu menjelaskan, pemasangan stiker ini sebagai upaya memudahkan pengawasan taksi online di lapangan.

” Pemasangan stiker ini sebagai pengawasan di lapangan. Karna kita memiliki wilayah operasi, adanya kuota, maka pengawasannya berbentuk stiker. Stiker ini dilekatkan di kaca depan serta belakang dengan ukuran yang mudah di baca oleh pengawas di lapangan, ” tuturnya.

Selanjutnya Cucu mengungkapkan, dalam melakukan sweeping rata-rata oknum-oknum juga kerap menduga-duga setiap kendaraan sebagai taksi online. Hal itu, dapat merugikan masyarakat yang salah sasaran karna di anggap sebagai taksi online.

Maka itu diharapkan, pengemudi taksi online tidak perlu takut untuk memakai stiker ini, karna selain sudah terlindungi hukum, orang-orang juga bisa menjadi lebih nyaman.

” Dengan dipasangi stiker, siapa saja yang mengganggu berarti itu adalah aksi kriminal murni. Tidak ada alasan untuk mengganggu karna izinnya sudah sah, ” tuturnya.

Komentar Anda