Merokok di Dalam Pesawat Diperbolehkan Pada Zaman Dulu

LiputanNKRI, Sejalannya waktu, beragam aturan dan fasilitas yang dinikmati penumpang di pesawat. Sudah tahu, bagaimana sih penerbangan di zaman dulu?

Harus menggunakan sepatu, tidak boleh berpakaian senonoh, tidak boleh membawa benda yang berbau tajam, dan segala aturan lainnya tidak hanya ditegaskan oleh maskapai di waktu ini saja. Dari semenjak adanya pesawat dan jadwal penerbangan, beragam aturan dan fasilitras telah ada sejak zaman dahulunya.

Dikumpulkan LiputanNKRI, Jumat (26/1/2018) terdaapt beberapa fakta tentang penerbangan zaman dulu yang mesti Traveler ketahui.

1. Dulunya hanya ada 2 kelas

Sekarang terdapat tiga kelas di dalam pesawat yaitu ekonomi, bisnis dan kelas satu. Penerbangan dahulunya hanya ada dua kelas, yaitu kelas satu dan ekonomi. Maskapai yang mencetuskan pembagian kelas ini adalah Maskapai Pan Am di tahun 1978. Walaupun ada banyak perdebatan karena maskapai Qantas juga mengklaim hal yang sama pada tahun 1979.

Beberapa tahun sebelum itu, tepatnya pada tahun 1976, maskapai KLM dari Belanda mengenalkan full fare facilities (FFF) untuk penumpang kelas ekonomi, sehingga mereka bisa duduk di barisan depan kabin kelas ekonomi, atau persis di belakang kelas utama (First Class). Langkah itu kemudian diikuti oleh maskapai lain seperti Air North American , United Airlines dan Trans World Airlines.

Namun kemudian kebijakan tersebut ditentang oleh para konsumen dari kelas ekonomi dan mendapat sentimen negatif. Alasannya karena mereka merasa diperlakukan tidak adil dan para awak pesawat menjadi kurang ramah kepada mereka.

Akhirnya pada Juli 1978, maskapai Pan Am meluncurkan Clipper category, sebagai cikal bakal munculnya kelas bisnis yang tarifnya berbeda dengan kelas ekonomi dan top notch. Maskapai Pan Am kemudian merubah nama kelas tersebut menjadi Business category dan meluncurkannya ke publik pada November 1978, berbarengan dengan maskapai Air France.

Maskapai Qantas sendiri menyusul pada Maret 1979 dengan meluncurkan Kelas Bisnis dan mengklaimnya sebagai kelas bisnis pertama di dunia. Tidak ada yang salah dengan klaim maskapai Qantas, namun semenjak saat itu, kebijakan pembagian tiga kelas penerbangan ini diikuti oleh hampir semua maskapai besar di seluruh dunia.

2. Hiburannya main catur dan poker

Sekarang, saat bosan selama penerbangan ktia bisa mendengarkan musik atau menonton video di dalam pesawat. Telah banyak maskapai yang mempunyai layar di belakang bangkunya. Penumpang hanya perlu memasang electro-acoustic transducer dan memilih apa yang disuka.

Sedangkan hiburan penumpang pada zaman dahulu adalah bermain poker dan catur. Penumpang bisa menghabiskan waktu dengan bermain catur atau poker. Kru kabin pun siap untuk menemani, menjadi lawan bermain. Khusus untuk anak-anak, biasanya maskapai punya kartu poker khusus dengan gambar-gambar lucu, atau gambar keindahan destinasi yang dituju.

3. Banyak membaca

Hiburan lain yang  dinikmati penumpang saat terbang adalah membaca buku. Maskapai akan menyediakan beragam buku majalah dan Book untuk penumpang supaya tidak bosan selama penerbangan.

4. Maskapai menyediakan lebih banyak makanan

Cara lain maskapai pada zaman dahulu menghibur penumpangnya adalah menyediakan makanan lebih banyak. Sebab, jika membaca, main catur dan poker sudah bosan, hal lain yang hanya bisa dilakukan adalah kalau tidak tidur, ya makan.

5. Boleh merokok

Salah satu cara maskapai zaman dahulu membuat nyaman penumpangnya adalah dengan memperbolehkan merokok di pesawat. Biasanya penumpang akan merokok setelah makan. Namun sekarang telah dikeluarkan larangan merokok di dalam pesawat.

Larangan ini dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) pada tahun 1989. Alasannya, semua benda yang mengeluarkan api bisa berbahaya bagi penerbangan. Disebutkan dalam peraturannya, semua pesawat dalam negeri maupun luar negeri harus memberi tahu penumpang bahwa merokok di pesawat merupakan tindakan terlarang.

Aturan ini akhirnya mulai diberlakukan secara luas kepada semua pesawat lokal dan asing yang terbang ke dan dari AS mulai tahun 1998. Larangan ini kemudian diperkuat dengan undang-undang federal dari kemenhub AS, Departemen of Transportation yang berlaku efektif mulai 4 Juni 2000.

Dalam peraturan juga disebutkan larangan ini tidak hanya saat pesawat sedang di udara tapi juga saat sedang berada di darat. Maskapai harus memberi tahu bahwa merokok saat masuk atau keluar pesawat juga dilarang.

Kemudian aturan ini digunakan oleh banyak maskapai baik yang domestik AS maupun yang luar negeri. Karena dinilai sangat positif, akhirnya aturan larangan merokok ini diadopsi oleh seluruh maskapai di dunia, termasuk di Indonesia.

Untuk Indonesia, aturan seperti ini diatur di UU No 1Tahun 2009 Tentang Penerbangan. Dendanya sendiri bisa mencapai maksimal Rp 2,5 miliar atau kurungan penjara maksimal 5 tahun.

Komentar Anda