Hotel terbesar dan termegah di Mekkah akan memukau Dunia

Liputannkri Satu hotel yang di pastikan menjadi hotel paling besar didunia tengah di bangun di Mekkah, Arab Saudi serta bakal di buka pada tahun 2017 ini. Hotel yang dinamakan Abraj Kudai itu mempunyai 10. 000 kamar, 12 menara, 70 restoran, convention hall, serta beberapa helipad di atap hotel.

Hotel ini jaraknya satu mil dari selatan Masjidil Haram, hotel ini mempunyai luas 1,4 juta m persegi. Demikian dilansir dari telegraph,co,uk, Jumat 20 Januari 2017.

Arsitektur Abraj Kudai menginspirasi jenis bangunan benteng padang pasir tradisional. Bangunannya tampak megah serta elegan dengan kubah super besar serta menara tinggi menjulang dilangit. Irfan Al-Alawi yang disebut direktur Islamic Heritage Research Foundation yang berbasiskan di Inggris, ia mendeskripsikan Abraj Kudai sebagai bagian dari pembangunan masif kota Mekkah jadi kota yang mulai dipenuhi gedung-gedung megah pencakar langit.

Mekkah akan menjadi 2 perbedaan menurut Irfan Al-Alawi

Irfan Al-Alawi menyebutnya dengan Mecca-hattan serta mengasosiasikannya dengan Manhattan di New York.

“Semua sudah disapu bersih dengan cara gencar sebagai bagian dari proyek pembangunan hotel-hotel elegan, tanpa ada menghiraukan nilai historis serta kesucian beberapa tempat di sekitaran Masjidil Haram,” terang Arfan Al-Alawi pada The Guardian.

“Inilah hari-hari paling akhir Mekkah. Berhaji bakal jadi beribadah yang dipenuhi keringanan serta kemewahan, namun kelihatannya pengalaman itu lebih mendekati pengalaman menyusuri Las Vegas.” tutur Irfan.

Terkecuali Abraj Kudai, di Mekkah sendiri sudah ada Abraj Al-Bait yang termasuk juga gedung paling tinggi ketiga didunia. Tingginya meraih 601 meter.. Diperlengkapi dengan hotel besar, jam paling besar didunia, musholla yang cukup untuk menampung 10.000 jamaah, serta lima supermarket.

Hotel Abraj Al-Bait yang membayangi Masjidil Haram itu adalah hotel bertarif paling mahal yakni sekitaran 65 juta per malam. Proyek pembangunan hotel elegan yang lain yaitu pembangunan Kompleks Jabal Omer, yang terbagi dalam 37 menara.

Dalam bukunya, Mecca : The Sacred City, Ziauddin Sardar mendeskripsikan dua perbedaan Mekkah yakni :

  • Pertama Mekkah sebagai destinasi metafisik, tempat banyak peziarah mencari esensi beribadah.
  • Kedua Mekkah sebagai tempat yang dipenuhi hotel-hotel elegan. Nampaknya pemerintah Arab Saudi bemaksud sediakan service paling baik untuk beberapa peziarah, walau kemauan itu lalu merubah muka Mekkah menjadi kota metropolis dimana gedung-gedung berlomba menjadi yang paling tinggi.
Komentar Anda

Leave a Reply