Kronologi Penangkapa para Pelaku Pembunahan Sadis Pulomas

LiputanNKRI, Bekasi Dua perampok sadis Pulomas, Jakarta Timur di tangkap petugas dirumah kontrakannya, Kampung Poncol Indah, Gang Kalong, RT 08/02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Keduanya sangat terpaksa dilumpuhkan petugas lantaran berupaya kabur.

Tindakan penggerebekan itu pernah bikin warga ketakutan. Tidak sedikit, warga yang tinggal di sekitaran tempat peristiwa disuruh oleh anggota kepolisian untuk berdiam diri serta mengunci rapat pintu tempat tinggalnya.

Salah seseorang saksi, Albert, menerangkan detik-detik penggerebekan yang dikerjakan oleh beberapa puluh anggota kepolisian. Kata dia, beberapa petugas kenakan pakaian bebas tampak berjaga di selama jalan. Mereka lantas memohon, warga berbalik tubuh serta tak keluar tempat tinggal untuk sesaat.

“Waktu itu saya ingin beli rokok, selalu ada orang. Mas, diem mas. Janganlah keluar dahulu, diem saja di situ. Saya tahu itu polisi lantaran ada lencananya. Saya sangka awalannya masalah narkoba,” kata Albert, Rabu 28 Desember 2016.

Tidak berselang lama, kata dia, terdengar sekian kali nada letusan senjata api. Terakhir di ketahui, nada itu datang dari kontrakan Ramlan Butarbutar, yang nyatanya perampok sadis Pulomas, Jakarta Timur. Dalam aksinya Ramlan serta rekannya menyekap 11 orang didalam kamar mandi ukuran 1,5mx1,5m. hingga enam orang salah satunya meninggal dunia.

“Saya tidak tahu detil gerebeknya. Yang saya tau, sesudah tembak-tembakan, polisi bopong si Ucok (panggilan akrab Ramlan). Dia dibopong dengan handuk gitu. Dia penuh darah, serta saya tahu itu si Ucok lantaran ada tatonya,” ucap saksi.

Dia memberikan, tak ada yang ganjil dalam kehidupan Ramlan keseharian. Ia di ketahui bekerja sebagai sopir angkot K11 dengan jurusan Bantar Gebang – Terminal Bekasi. Tetapi, dalam dua hari akhir-akhir ini, mobil yang umum dibawa Ramlan di depan gang kontrakannya tidak tampak lagi.

“Itu si Ucok memanglah tinggal sendiri. Dia telah satu tahun ngontrak. Dia masihlah bujangan, usianya 35-an. Bila dua orang itu kita tidak tahu, kita sangka rekan sesama sopir saja,” pungkas Albert.

Polda Metro Jaya yang menangkap dua dari empat perampok sadis Pulomas dirumah entrepreneur Dodi Triono, di Jakarta Timur. Penangkapan ini kurang dari 24 jam berselang dari peristiwa keji itu. Pelaku yakni Ramlan Butarbutar serta Erwin Situmorang sangat terpaksa ditembak lantaran melawan. Ramlan tewas sesaat Erwin selamat.

Aparat Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga menggelandang adik Ramlan Butarbutar. Adik kapten komplotan perampok sadis Pulomas itu yang berinisial R di tangkap nyaris berbarengan dengan penangkapan Ramlan serta Erwin Situmorang Rabu sore, 28 Desember 2016.

Bukanlah Pembunuh Bayaran

Ramlan yang di kenal dengan panggilan Porkas itu, disebut-sebut sebagai perampok ‘pemain’ lama. Karenanya, polisi lebih gampang menangkapnya.

“Saya tadi malam baru bisa mendapatkan nama itu dari tim lapangan Polda Metro Jaya. Satu diantaranya Ramlan Butarbutar. Yang ini nama panggilannya Porkas. Dia yang di CCTV yang kaki pincang. Itu pemain lama saat saya masih jadi Kasat Reskrim,” tutur Tito.

Komplotan Ramlan ini menyebutkan dianya grup Korea Utara. Ramlan cs sering nongkrong di sekitaran Bekasi serta Pulo Gadung. Mereka memanglah di kenal sebagai pelaku perampokan atau pencurian dengan kekerasan.

“‎Memang di kenal sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan. Modusnya korban diiket, mulutnya dilakban. Nongkrongnya di Bekasi, Pulo Gadung,” tutur Tito.

Polda Metro Jaya menyanggah Ramlan berbarengan komplotannya adalah pembunuh bayaran. Sebab dari kenyataan di lapangan, perampokan serta dibarengi penyekapan.

“Bukanlah pembunuh bayaran, namun ini perampokan. Jadi janganlah asumsikan dahulu. Jadi terang itu perampokan dibarengi pembunuhan serta penyekapan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Tempat tinggal Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu 28 Desember 2016.

Menurut bekas Kapolda Jawa Barat ini, Ramlan berbarengan komplotan perampokan sadis Pulomas itu, masuk ke tempat tinggal Dodi Triono, dengan bertanya kamar paling utama.

“Sesudah tindakan itu dikerjakan, Dodi baru datang serta segera dimasukkan juga ke kamar mandi,” kata Iriawan.

Komentar Anda

Leave a Reply