KPK Panggil Pengusaha Tjan Soen Eng Jadi Saksi Kasus BLBI

LiputanNKRI, Penyidik KPK memanggil Tjan Soen Eng untuk mendalami perkara dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Ketua BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung.

” Tjan Soen Eng di panggil untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka SAT (Syafruddin Arsyad Temanggung), ” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada wartawan, Rabu (11/10/2017).

Tjan Soen Eng diketahui merupakan Komisioner Presiden PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk dan PT Buana Finance Tbk. Sebelumnya dia juga pernah di panggil 5 Juni kemarin.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung jadi tersangka terkait penerbitan SKL pada Sjamsul Nursalim selaku pemegang saham pengendali BDNI, yang mempunyai kewajiban pada BPPN.

KPK memanggil Syafruddin mengusulkan disetujuinya Komite Kebijakan Bidang Keuangan (KKSK) perubahan atas sistem litigasi pada kewajiban obligor menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI pada BPPN sebesar Rp 4,8 triliun.

Hasil restrukturisasi sebesar Rp 1,1 triliun dinilai sustainable (berkelanjutan) serta ditagihkan kepada petani tambak Dipasena. Sedangkan yang Rp 3,7 triliun tidak dibahas dalam proses restrukturisasi sehingga seharusnya masih ada kewajiban obligor Rp 3,7 triliun yang belum ditagihkan.

Namun, dalam audit terbaru BPK, KPK menyebut nilai kerugian keuangan negara dalam kasus ini jadi Rp 4,58 triliun. Nilai itu disebabkan Rp 1,1 triliun yang dinilai sustainable kemudian dilelang oleh PPA dan didapatkan hanya Rp 220 miliar. Sisanya Rp 4,58 triliun menjadi kerugian negara.

Komentar Anda