Korban Arisan Dan Investasi Bodong Desak Polisi Untuk Menangkap YR

LiputanNKRI, Korban dan anggota arisan Mami Gaul mendesak polisi segera menangkap Yoanita Rachmawati atau YR, ketua arisan serta investasi bodong yang kabur membawa uang Rp 1 miliar.

” Kami memohon untuk pihak kepolisian untuk segera menangkap Nita (panggilan YR). Kami minta YR untuk dihukum sesuai dengan tindakannya, ” tutur Endang Wahyu, salah satu korban Mami Gaul.

Menurut Endang, sekarang ini diduga banyak korban yang belum juga memberikan laporan masalah dugaan penipuan itu pada pihak kepolisian.

” Ada sekitar 20-an lebih yang melapor. Karna mungkin mereka tertipu sedikit, ” imbuhnya.

Selain itu, Endang memohon pada Yoanita Rachmawati untuk menyerahkan diri pada pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

” Ayo lah menyerah Nita. Kasihan para korban kamu. Kami ini akhirnya sulit bayar tanggungan dan bayar sekolah anak. Kamu enak makan uangnya kita susah ingin ambil uangnya harus lapor polisi, ” ujarnya.

Disamping itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto memohon pada beberapa korban untuk bersabar. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan data dari beberapa korban. Menurutnya, banyak korban yang belum juga memberikan laporan masalah itu.

” Kita telah terima laporan, sebagian saksi sudah kita periksa, terus kemudian yang terlapor ini sedang kita cari keberadaannya. Dan untuk korban yang lain, kita mengimbau untuk segera melapor pada kita, agar dapat di ketahui total kerugian secara keseluruhan, ” katanya pada beberapa wartawan.

Saat ini, kata Kapolres Agus, anggota Satreskrim Polres Banyuwangi, tengah lakukan penelusuran pada tempat tinggal (rumah mertua) tersangka dan di keluarganya. Keadaan rumah itu, selama ini kosong, ” imbuhnya.

Berkaitan dengan masalah penipuan berkedok arisan serta investasi bodong yang berlangsung di Banyuwangi, pihaknya mengharapkan supaya orang-orang berhati-hati pada orang yang mengajak, melihat kondisi siapa yang mengajak, seperti tempat tinggal dan kerabat.

Untuk investasi, diharapkan orang-orang juga siaga kalau mendapatkan penawaran investasi dengan mendapatkan untung yang besar dan itu di luar kewajaran.

” Kemudian nilainya, kalau nilainya cukup besar ya dilihat dari kemampuan yang mengajak juga, bila yang berkaitan tidak memiliki kemampuan untuk membayar. Ya kita perkirakan juga akan terjadi seperti ini, setelah dapat arisannya terus saat mengangsur, selanjutnya lari, ” imbuhnya.

Komentar Anda