Kisah Seorang TKI Asal Lebak Yang Tidak Digaji Selama 22 Tahun

LiputanNKRI, Selama 22 tahun Sukmi binti Sardi Umar menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi. Selama itu juga ia disekap majikan serta putus komunikasi dengan keluarga di Lebak. Baru pada Sabtu, 15 Juli 2017 kemarin, Sukmi berhasil dipulangkan dan mendapatkan kompensasi gaji sebanyak setengah miliar.

Cerintanya, Sukmi pergi ke Arab Saudi sekitar tahun 1995. Saat itu paspor Sukmi masih ditulis manual dengan alamat Lebak, Sukabumi dikarenakan propinsi Banten belum terbentuk. Begitu sampai ke Timur Tengah, Sukmi tidak ada kabar serta terputus komunikasi dengan keluarga. Hingga pada akhirnya keluarga di Lebak melaporkan ke Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Serang.

” Ada pengaduan dari keluarga dikarenakan putus komunikasi, tim KBRI Riyadh makanya menindaklanjuti, ” kata Bajongga Aprianto dari Kepala Seksi Perlindungan serta Pemberdayaan BP3TKI Serang.

Baca Juga :  Diskotik Old City Disegel Dengan Pengawasan Aparat Gabungan

Begitu Sukmi ditemukan oleh KBRI, ternyata ia tidak dibayar selama 22 tahun bekerja di Arab Saudi. Selain itu, Sukmi juga sedikit tertekan dan dalam keadaan depresi dikarenakan sangat lama bekerja sebagai TKI dan disekap. Hingga Sukmi diselamatkan tim KBRI lalu melakukan negosiasi dengan majikan dan pada akhirnya mau membayar gaji sebanyak Rp 586.600.000 juta.

” (Keadaan Sukmi) depresi kesulitan bahasa Indonesia. Dia pendiam juga sih, ” tukasnya.

Berhasil mendapatkan kompensasi gaji yang selama 22 tahun tidak dibayarkan, Sukmi lalu dipulangkan. Hasil dari gaji itu dipakai untuk beli tiket pulang ke Lebak. Sukmi juga disuruh supaya membuat rekening untuk menyimpan sisa gajinya yang sekarang ini dipegang oleh pihak KBRI.

Baca Juga :  Dhani Tersangka, Gerinda Masih Dhani Jurkamnas Prabowo - Sandi

” Posisi tiket ditangung TKI terkait. Ada sisa gaji yang masih tetap dipegang KBRI kita sudah katakan ke keluarga, agar sesampainya disana (Lebak) membuat tabungan dan bisa mengirimkan sisa gajinya, ” ucap Bajongga.

Menurut Bajongga, begitu Sukmi sampai ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jam 14.00 WIB, ia lalu diterima oleh keluarga serta segera dibawa ke Lebak, Banten. Suasana haru sempat menyelimuti keluarga dikarenakan selama 22 tahun tidak pernah ada kabar dari Sukmi sebagai TKI.

Komentar Anda