JPU akan Memanggil Ahok Untuk Bersaksi Di Persidangan Buni Yani

LiputanNKRI, Tim jaksa penuntut umum (JPU) sudah mempersiapkan empat saksi lainnya untuk didatangkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani. Satu dari empat saksi itu adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

” Kita upayakan empat ini, termasuk juga Ahok, kalau memang bisa, ” kata salah satu anggota tim JPU Andi M Taufik seusai sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di aula Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (25/7/2017).

Dia menyebutkan hari ini akan segera mengirimkan surat pemanggilan terhadap empat calon saksi itu, termasuk juga Ahok. Surat untuk Ahok dapat disampaikan melalui lembaga pemasyarakatan (lapas) tempat Ahok ditahan.

” Ya, mulai hari ini kita layangkan surat panggilan (untuk Ahok) namun harus melalui lapas. Semoga (bisa), kita lihat saja, ” katanya.

Tetapi dia belum dapat meyakinkan apakah dalam sidang kelanjutan akan langsung mendatangkan Ahok. Dia akan melihat perkembangannya terlebih dulu.

” Ikuti perkembangan saksi. Ada empat saksi, jadi janganlah terburu-buru. Lihat perkembangan selanjutnya, ” ucapnya.

Sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani akan kembali di gelar pada Selasa (1/8/2017) minggu depan. Agendanya adalah mendengarkan saksi dari JPU.

Sebagaimana di ketahui, Buni Yani didakwa mengubah video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Buni Yani juga didakwa jaksa mengunggah (upload) video yang sudah di ubah ke halaman Facebook pribadi untuk menyebar kebencian.

Komentar Anda