Izinkan Samsu Umar Dilantik Jadi Bupati Buton, Hakim: Jangan Selfie

LiputanNKRI, Samsu Umar Abdul Samiun mendapatkan izin dari majelis hakim untuk menghadiri pelantikan dirinya menjadi Bupati Buton. Namun terdakwa masalah sengketa Pilkada Buton 2011 itu dilarang untuk berselfie ria.

” Jadi hanya pelantikan ya, tidak bisa selfie-selfie. Karna selfie-selfie bukanlah bagian dari pelantikan, ” kata ketua Majelis hakim Ibnu Basuki di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).

” Siap, ” jawab Samsu.
Sebelumnya, Samsu Umar memperoleh izin selama 1 hari keluar dari tahanan untuk menghadiri pelantikan itu. Hakim berpendapat pada pasal 45 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 tahun 1999 tentang syarat-syarat serta tata cara pelaksanaan wewenang, pekerjaan, serta tanggungjawab perawatan tahanan, maka Samsu Umar bisa diberikan kemudahan itu.

Kemudian majelis hakim juga mengacu pada pasal 164 ayat (6) UU Nomor 10/2016, kalau calon bupati/calon walikota atau calon wakil bupati/walikota yang ditetapkan menjadi tersangka, yang bersangkutan tetap dilantik ketika dipilih.

” Menimbang bahwa tetap dilantiknya terdakwa Samsu Umar, karna perhatikan asas praduga tidak bersalah. Sampai pada putusan perkara berkekuatan hukum tetap, ” kata Ibnu.

Diluar itu pertimbangan area pelantikan di Gedung Kementerian Dalam Negeri dianggap dekat dari tempat Samsu ditahan. Namun, majelis hakim juga memberikan beberapa syarat untuk Samsu saat pelantikan di antaranya memerintahkan terdakwa tetap dikawal.

” Memerintahkan kepada pihak Kemendagri supaya memerintahkan pada KPK berikan pengawalan pada terdakwa Samsu Umar, ” kata Ibnu.

Samsu didakwa menyogok mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar berkenaan perkara sengketa Pilkada Kabupaten Buton di MK pada tahun 2011. Suap itu diberikan supaya Samsu menang dalam Pilkada Kabupaten Buton.

Dia diduga tidak mematuhi Pasal 6 ayat 1 huruf a serta Pasal 13 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 berkenaan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Komentar Anda