IAEA, Berpendapat Program Senjata Nuklir Korut Telah Maju Pesat

LiputanNKRI,International energy Agency (IAEA) cemas akan program senjata nuklir Korea Utara (Korut) yang mereka sebut maju pesat. Badan atom dunia itu menyatakan, program senjata berbahaya. Pyongyang telah menjadi ancaman baru international.

Pernyataan International Atomic Energy Agency ( IAEA ) ini muncul setelah rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut menguji coba senjata nuklir keenam kalinya jenis bom hidrogen pada 3 September lalu. Uji coba bom itu menyebabkan gempa buatan 5,6 skala richter (SR).

”Hasilnya maju jauh lebih besar daripada tes sebelumnya, dan ini berarti Korea Utara melakukan kemajuan yang sangat cepat,” kata Direktur International Atomic Energy Agency ( IAEA  ) Yukiya Amano kepada wartawan di Seoul, setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha.

”Dikombinasikan dengan elemen lain, ini adalah ancaman baru dan ini adalah ancaman international,” lanjut Amano, seperti dikutip Reuters, Jumat (29/9/2017).

Administrasi Meteorologi Korea memperkirakan bahwa uji coba nuklir keenam Pyongyang menghasilkan energi paling sedikit 50-60 kiloton.

Sebagai perbandingan, tes kelima senjata nuklir Korea Utara pada September 2016 diperkirakan menghasilkan energi antara 15 sampai 25  kiloton, setara dengan “Fat Man” Amerika, satu-satunya bom nuklir kedua yang pernah digunakan dalam peperangan sejauh ini.

”Sulit untuk menilai apakah itu percobaan bom hidrogen atau tidak,” kata Amano. ”Yang paling penting sekarang adalah agar masyarakat internasional bersatu untuk mengatasi ancaman serius ini,” imbuh dia.

Kepala pengawas nuklir itu menambahkan, krisis Korut harus diselesaikan melalui kerangka kerja PBB. International Atomic Energy Agency ( IAEA )siap untuk memainkan peran dalam meredakan ancaman baru tersebut.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat di tengah retorika perang antara Pyongyang dan Washington. Kedua negara itu terus saling bertukar ancaman.

Komentar Anda