Harga Minyak Bisa Ambruk Hingga ke US$ 10/Barel

LiputanNKRI, Seorang analis memprediksi harga minyak dunia bisa ambruk ke US$ 10/barel dalam 6 hingga 8 tahun ke depan. Ini bisa terjadi seiring berkembangnya daya alternatif yang lebih menarik bagi investor.

Analis yang memprediksi ini adalah Chris Watling, sebagai CEO dari Longview Economics.

Melihat kondisi harga minyak di 2018, Watling mengatakan faktor kunci kenaikan harga minyak di pasar yaitu pelepasan saham perdana, atau Initial Public Offering (IPO) dari Saudi Aramco. Perusahaan minyak milik Arab Saudi ini akan menjual saham perdana ke publik pada semester II-2018.

” Saya pikir mereka (Saudi Aramco) harus cepat-cepat melakukan IPO sebelum harga minyak ke US$ 10, ” kata Watling.

Dia menuturkan, perkembangan kendaraan berbahan listrik yang dilakukan berbagai negara didunia menjadi faktor kejatuhan harga minyak. Karena 70% dari penggunaan minyak didunia adalah untuk transportasi.

” Apakah kita lupa? Maksud saya, 120 tahun yang lalu, dunia tidak hidup dengan minyak. Minyak tidak selalu menjadi penentu ekonomi global. Poin pentingnya, energi alternatif saat ini berkembang cepat serta membuat perubahan, ” tuturnya.

Sementara di sisi lain, International Energy Agency (IEA), menyampaikan pasar minyak dunia di 2018 akan membaik serta ada harapan harga naik kembali. Negara-negara eksportir minyak dunia yang tergabung dalam OPEC juga percaya akan ada kestabilan harga ke depan.

Harga minyak dunia jatuh dari tingkat tertingginya di US$ 120/barel pada Juni 2014 karena melemahnya permintaan, menguatnya dolar Amerika Serikat (AS), serta booming dari shale gas di AS. Kondisi ini membuat anggota OPEC melakukan pemangkasan produksi, dan mengajak produsen di luar OPEC seperti Rusia.

Catatan terakhir akhir pekan lalu, harga minyak jenis Brent dipasarkan sekitar US$ 57,39/barel atau naik 2%. Sementara minyak produksi AS dipasarkan sekitar US$ 51,5/barel atau naik 1,8%.

Komentar Anda