Film ‘Sultan Agung’ Menandai 90 Tahun Mooryati Soedibyo

LiputanNKRI, Sukses dengan bisnis, di umur 90 tahun Mooryati Soedibyo ingin membuat karya berupa film layar lebar. Film berlatar sejarah Kerajaan Mataram tahun 1613.

Film itu akan di bintangi oleh Ario Bayu sebagai Raden Mas Rangsang atau Sultan Agung sebagai Raja Mataram serta Puteri Indonesia 2015, Anindya Puteri Kesuma sebagai Ratu Batang atau Permaisuri Sultan Agung. Untuk sutradara, Hanung Bramantyo akan menjadi komando utama.

” Saya menginginkan melakukan suatu persembahan terhadap bangsa serta negara dalam sebuah film yang saya anggap kolosal untuk mengingat serta memberi keteladanan pada generasi muda, ” kata Moiryati Soedibyo dalam jumpa pers di Sasonowiwoho, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

” Sosok pemimpin besar Sultan Agung yang menunjukan semangat perjuangan tanpa kenal menyerah untuk mengusir penjajah VOC tahun 1623 dimana beliau menyerang karena VOC menduduki Batavia 1628-1629, ” lanjutnya.

Sebagai sutradara, Hanung cukup kaget dengan keinginan Mooryati yang tidak memiliki latar belakang didunia film. Terutama di usianya yang telah senja.

” Saya begitu kaget sosok ibu Mooryati bukan sebagai orang film dan membuat sebuah film. Bukan film horor atau apa pun yang sama sekali tidak pernah disentuh oleh produser-produser Indonesia, ” puji Hanung Bramantyo.

Hanung juga bercerita bagaimana Mooryati membuat konsep kostum. Itu dianggap suami Zaskia Adya Meca adalah cita-cita yang luar biasa.

Tetapi, untuk proses syuting belum bisa di pastikan Hanung kapan akan dilakukan. Itu karena ada beberapa masalah termasuk bangunan peninggalan tahun 1600-an.

Hanung juga harus mempersiapkan lokasi di mana dapat menampung pasukan gajah serta kuda.

” Kita masih melakukan persiapan yang cukup panjang karena ini tahun 1600 sisa-sisa bangunannya tidak ada. Tidak seperti film Soekarno yang masih ada bangunannya, ” kata Hanung.

” Saya lagi menginfentarisir yang paling mungkin kalau gajah di Lampung. Soal tempat, Yogya, Solo serta Jakarta. Lampung additional. Kemungkinan kita mencari benteng yang seperti Batavia, di Makassar ada Benteng Rotterdam sama benteng di Ambon, ” terang Hanung.

Komentar Anda