Dusak : Segera Eksekusi Narapidana Yang Kendalikan 1,2 Juta Pil Ekstasi

LiputanNKRI,Narapidana L-P Nusakambangan ditengarai mengendalikan impor 1,2 juta pil ekstasi dari negara Belanda. Mendengar hal itu, Dirjen Pemasyarakatan I Wayan Dusak mendesak narapidana seperti itu untuk segera dieksekusi mati.

“Artinya kalau memang terbukti, ya perangkat hukumnya disegerakan saja eksekusinya (eksekusi mati-red) kan. Iya kan?” kata Dusak di Gedung Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Namun Dusak belum mendapat koordinasi soal penangkapan 1,2 juta tersebut. Siapa saja nama napi yang mengendalikan dari balik dalam bui.”Ya mungkin saja. Harus firm, kalau memang dia ternyata hukum itu harus firm,” ujar Dusak yang memiliki nama lengkap I Wayan Kusmiantha Dusak.

Dusak sendiri tidak mau ambil pusing dengan napi yang tidak jera yang ada di bawah bimbingannya. Dusak tidak mau memberikan toleransi. “Itu juga kita yang susah-susah menjaga orang seperti itu. Ngapain dilama-lamain (eksekusi matinya) lagi kan?” cetus Dusak.

Direktur Tipid Narkoba Brigjen Eko Daniyanto, menyatakan 2 orang tersangka itu adalah Liu Kit Cung alias Cung (penerima) dan Erwin (kurir). Cung ditangkap pada 21 Juli di Paku pilgrim, Kabupaten Tangerang dan Erwin ditangkap 23 Juli di Alam Sutra.Sebelumnya, aparat juga menangkal 1,3 ton sabu yang  diselundupkan dari pantai Anyer dan satunya lagi terungkap di Pluit.

Komentar Anda