Ditjen Pajak Kejar Kekurangan Setoran Rp 500 Triliun, Ini Caranya

LiputanNKRI, Penerimaan pajak hingga 30 September 2017 baru Rp 770,7 triliun, atau 60% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 yang sebesar Rp 1.283,6 triliun. Masih ada kekurangan Rp 513 triliun.

Dalam waktu kurang lebih tiga bulan ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan akan melakukan eksentifikasi serta mengoptimalkan data program pengampunan pajak atau tax amnesty.

” Ya kami kan ekstensifikasi. Termasuk di dalamnya tindak lanjut pasca tax amnesty itu saja yang kami optimalkan, ” kata Direktur Potensi, Kepatuhan serta Penerimaan Pajak, Yon Arsal, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin malam (9/10/2017).

Yon menegaskan, realisasi penerimaan pajak sampai September 2017 yang mencapai 60% berjalan lebih baik kalau dibanding dengan realisasi di tahun sebelumnya.

” Per September 60%. Ini lebih bagus dibandung tahun lalu yang 58% di periode sama. Kalau keluarkan perihal tax amnesty, kan aktiva tetap, kalau keluar masih tumbuh 12,6%, tanda ekonomi relatif masih bagus. Tantangannya masih kejar 40% atau sekitar Rp 500 triliun, ” ungkap dia.

Sementara Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi, mengaku masih optimistis untuk merealisasikan target penerimaan pajak sampai akhir tahun ini.

” Kalau saya optimis masih, makannya kerja ya sampai jam 10 malam untuk eselon II, ” kata Ken.

Tidak hanya itu, salah satu usaha untuk mengejar target penerimaan juga dengan melakukan penegakan hukum pada para wajib pajak yang nakal.

” Gijzeling (penyanderaan) itu terus. Kalau ada apa-apa kami tidak panggil wartawan. Teman-teman kalau ingin nanya berapa banyak penegakan hukum tanya lembaga pemasyarakatan setiap hari itu ada, kami tidak akan infokan nanti akan nakut-nakuti, ” tutup Ken.

Komentar Anda