Dana Sebesar 10 T Dikeluarkan Dari Anggaran Mendesak

LiputanNKRI, Kementerian Keuangan memastikan dalam postur sementara anggaran pendapatan dan belanja negara (APBNP) tahun anggaran 2017 ada anggaran dana mendesak yang mencapai Rp 25,5 triliun.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menuturkan, dana itu juga akan dialokasikan ke sebagian lembaga.

” Salah satunya TNI, Polisi, ” kata Asokali di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Sebelumnya, dari anggaran dana mendesak Rp 25,5 triliun ini sekitar Rp 10 triliun untuk dana pemilu, adapaun anggaran tambahan Asian Games sebesar Rp 1,5 triliun, dan anggaran pertemuan IMF.

Tetapi, Askolani meyakinkan, dana untuk pemilu, Asian Games, serta pertemuan IMF tidak lagi masuk ke anggaran dana mendesak.

” Asian games lain, dia mendesak juga namun dari alokasi yang lain, dia dari awal sudah disediakan, ” kata dia.

Sedangkan untuk pemilu, Askolani menuturkan sudah terpisah lantaran Direktorat Jenderal Anggaran sudah mendapat rincian perhitungan anggaran dari KPU serta Bawaslu.

” Kemarin rencananya mendesak, namun rupanya sudah ada alokasi rinciannya dari KPU serta Bawaslu, hingga kita pindahkan ke KPU serta Bawaslu, ” tambah dia.

Sedangkan untuk pertemuan IMF, Askolani memastikan dianggarkan kurang lebih Rp 1 triliun untuk 2018, dana itu datang dari Bendahara Umum Negara (BUN) yang dialokasikan ke pagu anggaran Kementerian Keuangan.

” Itu lewat BUN, nanti dimasukan ke Pagunya Kemenkeu, kalau tidak salah 2018, sekarang ini sudah ada sedikit kita pindahkan dari BUN ke Kemenkeu untuk persiapan itu tapi masih awal, yang agak gede di 2018, ” terang dia.

Khusus untuk anggaran pertemuan IMF pada 2018, selain dari APBN sumber dananya juga datang dari Bank Indonesia. Hanya saja dia tidak tahu berapa dana yang disediakan oleh bank sentral Indonesia.

” Dari APBN serta dari BI, kalau BI kan nggak masuk APBN, tapi nanti di 2018, sekarang sudah ada tetapi persiapan awal, yang agak banyak tadi di 2018. Dari 2 itu saja, ” tutup dia.

Komentar Anda