Cerita Jonan Genjot Pasokan Listrik ke Daerah Terpencil

LiputanNKRI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memaparkan beberapa prinsip pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan di Indonesia.

Mantan bos PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini memastikan, energi berkeadilan merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

” Tema tahun hari pertambangan merupakan energi berkeadilan, menunjukkan kita mencoba mengamanatkan amanah UUD 1945, dalam rencana menciptakan yang lebih baik, sehingga ada beberapa prinsip yang dapat disimak, ” kata Jonan saat acara Subroto Award di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Prinsip yang pertama, kata Jonan, meningkatkan rasio elektrifikasi nasional untuk menerangi semua lokasi Indonesia. Saat ini, rasio elektrifikasi telah mencapai 92,8%, target pemerintah hingga 2019 mencapai 97%.

Jonan meminta pada seluruh stakeholder sektor ketenagalistrikan dan PLN merealisasikan rasio elektrifikasi sebesar 99% pada 2019.

” Terutama wilayah terpencil, jauh, dan perbatasan. Jadi saya selalu ngomong berkali-kali, 2.500 desa lebih yang sudah dipasang lampu gunakan solar sistem, serta dibiayai APBN. Masa 72 tahun merdeka ada 2.500 desa lebih yang tidak ada listrik, ” jelas dia.

Prinsip yang kedua, kata Jonan, program pemerataan serta keterjangkauan. Menurut dia, masih ada juga sekitaran 10.000 desa yang akses ketenagalistrikannya terbatas.

Prinsip selanjutnya, pemerintah akan menjaga keberlanjutan persediaan energi. Maksudnya, menyeimbangkan pada penggunaan bahan bakar minyak dengan energi baru terbarukan. Diluar itu, Kementerian ESDM tetap menjaga iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan prinsip yang terakhir, kata Jonan, yaitu membuat tata kelola yang baik, bahasa lebih gambangnya adalah penyederhanaan perizinan di bidang ESDM.

” Jadi saya sudah dorong terus, saya mengharapkan bagaimana otoritas atau regulator itu tidak jadi halangan kegiatan bermasyarakat, ini yang pesan Bapak Presiden, ” tutup Jonan.

Komentar Anda