Bila Risma hingga Anas Maju Pilgub Jatim, KPU: Hanya Wajib Cuti

LiputanNKRI, Wali kota maupun bupati di Jawa Timur tidak perlu berhenti dari jabatannya ketika mencalonkan sebagai gubernur ataupun wakil Gubernur Jawa timur pada Pilkada 2018. Aturan hanya mewajibkan mereka cuti.

Selain Saifullah Yusuf (Gus Ipul), sederet nama kepala daerah di Jawa Timur telah meramaikan bursa sebagai akan calon. Mereka antara lain, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono, Bupati Trenggalek Emil Dardak. Jika mereka resmi dicalonkan, maka tidak perlu mundur atau berhenti dari jabatannya.

” Hanya diwajibkan cuti karna pilkada lantaran masih di satu propinsi, ” jelas Choirul Anam, Komisioner KPU Jawa Timur.

Aturan itu sudah ditetapkan dalam undang-undang Pemilihan Kepala Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati serta wali kota menjadi undang-undang.

” Tiga hari sejak ditetapkan oleh KPU, wajib cuti hingga tiga hari menjelang usainya masa tenang atau menjelang coblosan, mereka sudah aktif lagi menjadi kepala daerah, ” katanya.

Para kepala daerah yang maju dalam Pilgub Jatim pada 2018 wajib menjalani cuti diluar tanggungan negara serta dilarang menggunakan sarana yang terkait dengan jabatannya, tambah Choirul Anam.

Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 juga mengatur keharusan cuti itu. Diterangkan pada butir r Bab II tentang Persyaratan dan Pencalonan menyatakan dengan tertulis bersedia cuti diluar tanggungan negara selama masa kampanye untuk gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota yang mencalonkan diri di daerah yang sama.

Komentar Anda