BI Kaji Batas DP Rumah dan Kendaraan Bermotor

LiputanNKRI, Setelah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5%, Bank Indonesia (BI) berencana untuk merelaksasi loan to value (LTV) spesial untuk properti dan kendaraan bermotor.

 

LTV merupakan nilai kredit atau jumlah pembiayaan yang dapat diberikan bank pada pemohon kredit dengan jaminan atau agunan berbentuk properti atau kendaraan bermotor. Sekarang ini LTV tercatat 85%. Kalau direlaksasi, maka artinya down payment (DP) alias uang muka untuk pembelian properti ataupun kendaraan bermotor bisa menjadi lebih murah.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kajian LTV mempertimbangkan keadaan pertumbuhan ekonomi pada berbagai daerah.
Pada kuartal II-2017 yang membuat lemah merupakan pulau Jawa, Kalimantan serta Sulawesi. Sedangkan untuk wilayah lain, seperti Sumatera, Papua, Maluku serta Bali cukup baik.

” Kalau kami dalami kondisi sektor properti serta otomotif akan berbeda-beda di setiap daerahnya, ” kata Agus dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Selasa (22/8/2017).

Dia mengatakan, pelonggaran yang rencananya dilakukan sangat bermanfaat dalam mendukung ekspansi atau intermediasi perbankan untuk menyalurkan kredit yang lebih baik.

” Untuk pertimbangan LTV spasial dan regional yang berbeda. Kami belum bisa sampaikan lebih detail, ” tutur dia.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan LTV spasial ini masih dalam kajian. Pelonggaran kebijakan makro prudensial untuk intermediasi perbankan.

” Kebijakan ini masih dalam kajian, ” tutur Mirza pada kesempatan yang sama.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 – 22 Agustus 2017 memutuskan untuk menurunkan BI 7 days Reverse Repo Rate 25 bps dari 4,75% jadi 4,5%. Dengan suku bunga deposit facility turun 25 bps jadi 3,75% dan lending facility turun 25 bps jadi 5,25% berlaku efektif 23 Agustus 2017.

Komentar Anda