Gempa Di Medan Sebabkan Kaca Pecah dan Plafon Bioskop di Mall Ambruk

LiputanNKRI.com, Medan – Gempa 5,6 Skala Ritcher mengguncang Deli Serdang, Sumatera Utara. Getaran gempa yang berpusat di dekat Gunung Sinabung ini juga dirasakan kuat di Kota Medan.
Berita Indonesia, Berita Terkini, Berita Teraktual, Berita Terpercaya
Bahkan guncangan gempa membuat salah satu plafon di gedung Mall Focal Point, tepatnya di salah satu studio yang ada di bioskop, ambruk.

Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marinduri mengatakan, gempa tidak hanya membuat plafon gedung mal yang berada di Jalan Gagak Hitam itu ambruk, tetapi dinding kaca mal juga pecah.

“Benar, plafon bioskop ambruk dan kaca dinding pecah akibat gempa tadi,” kata Daniel, Senin (16/1/2017), di Medan.

Dia menjelaskan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk mengetahui kondisi lebih lanjut. Namun dia memastikan tidak ada korban jiwa akibat rubuhnya plafon dan pecahnya kaca dinding mal tersebut.

“Anggota sudah ke lokasi. Kita pastikan tidak ada korban jiwa, pihak mal juga sedang melakukan pembersihan kaca yang berserakan,” jelas Daniel.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berkekuatan 5,6 SR berpusat di darat, 28 km barat daya Kabupaten Deli Serdang, terjadi Senin pukul 19.42 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sumber gempa berasal dari sesar di darat dengan kedalaman 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.

“Sebelumnya juga terjadi gempa 3,9 SR pada 16 Januari 2017 pukul 19.13.30 WIB, dengan pusat gempa di darat pada 23 km barat daya Kabupaten Deli Serdang dengan kedalaman 10 km. Gempa dirasakan di Medan I-II MMI (I SIG),” ujar Sutopo.

Pusat Gempa Deli Serdang Dekat Gunung Sinabung

Berita Indonesia, Berita Terkini, Berita Teraktual, Berita Terpercaya
Gempa 5,6 Skala Ritcher mengguncang Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Senin (16/1/2017) pukul 19.42 WIB.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berpusat di darat, 28 km barat daya Deli Serdang

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sumber gempa berasal dari sesar di darat dengan kedalaman 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami

“Sebelumnya juga terjadi gempa 3,9 SR pada 16 Januari 2017 pukul 19.13.30 WIB, dengan pusat gempa di darat pada 23 km barat daya Kabupaten Deli Serdang dengan kedalaman 10 km. Gempa dirasakan di Medan I-II MMI (I SIG),” sebut Sutopo

Dikatakannya, posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa yang dirasakan keras di Deli Serdang, Binjai, dan Karo sekitar 5-8 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah

“Gempa juga dirasakan dengan intensitas sedang di Kota Medan. Masyarakat Kota Medan juga berhamburan keluar rumah,” jelas dia.

Disebutkan Sutopo, pusat gempa cukup dekat Gunung Sinabung karena pusat gempa berjarak sekitar 33 kilometer timur laut dari Kabupaten Karo.

“Semoga tidak makin meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. PVMBG mengintensifkan pengamatan Gunung Sinabung. Status Gunung Sinabung tetap Awas,” tambah Sutopo.

Berdasarkan analisis peta, gempa dirasakan di sekitar Deli Serdang dan Binjai dengan intensitas sekitar IV hingga V MM. Artinya guncangan gempa yang dirasakan ringan hingga sedang.

Diperkirakan gempa tidak berdampak pada kerusakan bangunan yang masif. Umumnya bangunan akan rusak berat jika menerima intensitas gempa dibatas VI MMI.

BPBD masih melakukan pendataan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Dilaporkan beberapa rumah mengalami kerusakan namun masih pendataan.

“Listrik mati di Kota Berastagi dan beberapa desa di sekitar Gunung Sinabung seperti di Desa Sukandebi dan Sukatepu,” Sutopo menandaskan.

Komentar Anda

Leave a Reply