Asal-Usul Piagam yang diberikan kepada Ahok dari Bangkalan

Liputannkri, Jakarta – Perkara sangkaan penistaan agama yang jadikan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa mengundang simpati warga Madura, Jawa Timur, bernama Takliman Thalhah. Dia adalah Ketua Umum Yayasan Panempaan Darul Muttaqien yang terdapat di Jalan Nangka Lima, No 3, Perumnas Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

Simpati tersebut yang menggerakkan Takliman memberi piagam pada Ahok pada 4 Desember 2016, dua hari sesudah tindakan aksi damai ribuan umat muslim di lokasi Monas, Jakarta Pusat. Dalam piagam itu, Ahok dianugerahi penghargaan sebagai “Orang Beriman serta Saleh”. Takliman juga mencantumkan Surat Ali Imron ayat 113 serta 114 sebagai dasar memberikan piagam.

Laisu sawean min ahlil kitabi, mereka berbeda dengan pakar kitab, pakar kitab ada yang beriman lho,” ucap Takliman menukil isi Surat Ali Imron yang jadikan dasar mengeluarkan piagam pada Kamis (19/01/2017).

Menurutnya, piagam itu sebagai kritik pada ulama yang demikian gampang menuding kafir kepada seseorang lantaran tidak seiman. Walau sebenarnya, kata dia, para pendiri bangsa mengonsep bangsa Indonesia berdasar pada nilai ketuhanan. Harusnya tidak ada tembok berdasar pada kepercayaan yang diyakini setiap orang.

“Apapun agamanya, dia beriman pada Tuhan masing-masing,” dia menerangkan.

Karenanya, menurut Takliman, apabila ada ulama mengkafirkan Ahok berdasar pada ayat Alquran, jadi dirinya “mengimankan” Ahok juga berdasar pada Alquran Surat Ali Imron ayat 113 serta 114.

“Tidak semuanya orang Nasrani itu jahat, tidak semuanya kafir. Serta tidak semuanya yang beragama Islam baik serta saleh, seperti ‘saya mungkin saja kafir‘, mungkin saja kok,” papar Ketua Projo Bangkalan ini dengan nada suara tinggi.

Setelah piagam di buat, Takliman lalu mengirmkannya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Pembela Islam (FPI), Panglima TNI serta KSAD, dan juga Ahok.

Terkecuali piagam surat yang di kirim lewat pos itu, juga dibarengi alasan dalam sembilan halaman kertas mengapa memberikan piagam pada Ahok. Dari sekian banyak surat, cuma pihak Istana yang membalas suratnya. Apa isinya?

“Presiden (Jokowi) katakan alasannya saya itu bakal di sampaikan ke Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin), itu saja,” warga Bangkalan, Madura itu memungkasi.

Komentar Anda

Leave a Reply