MUI : Bila Benar ada Bukti Komunikasi SBY – Ma`ruf Tunjukkan, Biar Fair

Liputannkri.com, Jakarta – Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah menyampaikan, tim penasihat hukum terdakwa masalah sangkaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berlaku adil dalam persidangan.

Menurutnya, tim pengacara semestinya tunjukkan bukti didalam persidangan waktu menyampaikan ada pembicaraan pada Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Bila memang itu benar ada serta mempunyai bukti, di sampaikan juga, fairness. Tampilin dong transkripnya,” tutur Ikhsan dalam diskusi bertopik ‘Ngeri-ngeri Sadap’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2017).

Dari bukti itu, semestinya tim penasihat hukum Ahok mengonfirmasi dari tempat mana bukti itu diperoleh. Mereka harus juga mengonfirmasi kebenarannya pada Ma’ruf.”Di konfirmasi dari tempat mana data ini didapat, itu namanya legal, sah. Bila yang tadi itu haram, tidak mematuhi hukum tindak pidana lantaran tak mengonfirmasi darimana sumbernya,” kata dia.

Disamping itu, salah satu penasihat hukum Ahok, Tommy Sihotang, menjelaskan, pihaknya akan tidak buka bukti itu sebelumnya mengemukakan di muka pengadilan.

“Ada bukti, memanglah tak etis bila kami berikan sebelumnya berikan ke majelis hakim,” papar Tommy dalam kesempatan yang sama.

Tim pengacara Ahok terasa tak pernah mengatakan kalau bukti yang dipunyai berbentuk rekaman atau transkrip pembicaraan. Mungkin, menurut tim pengacara, bukti itu berbentuk kesaksian. “Jadi, janganlah mengambil kesimpulan sendiri. Memang kita katakan rekaman? Kan tak ada. Mengapa disebut rekaman?” kata Humprey Djemat, pengacara Ahok.

Tim pengacara tidak akan membuka bentuk bukti yang dipunyai terkecuali di pengadilan nanti.

SBY terlebih dulu telah memberi keterangan tentang komunikasi pada dia serta Ma’ruf Amin pada 7 Oktober silam.

Waktu itu, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat dijadwalkan menjumpai Nahdlatul Ulama (NU) serta Muhammadiyah.

Menurut SBY, pembicaraan dia dengan Ma’ruf Amin memang ada. Tetapi, pembicaraan itu tak berkaitan pekerjaan Ma’ruf sebagai Ketua MUI. Waktu berjumpa pasangan Agus-Sylvi, posisi Ma’ruf sebagai Rois Aam PBNU.

“Tak ada kaitan dengan masalah Pak Ahok, dengan pekerjaan MUI, dengan pekerjaan keluarkan fatwa,” tutur SBY dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).

SBY lalu menerangkan latar belakang terjadinya komunikasi itu. Waktu Agus-Sylvi berjumpa beberapa pengurus PBNU, beberapa orang ajukan pertanyaan tentang berita SBY. “Mereka (pengurus PBNU) yang komplit menduga saya turut. Saya katakan, mustahil, Agus telah mandiri, nanti disebut dibawah bayang-bayang ayahnya,” tutur SBY.

Waktu tahu kalau ada yang bertanya beritanya, SBY juga menghubungi stafnya disana. “Ada staf disana yang menyambungkan pembicaraan saya dengan Pak Ma’ruf Amin berkaitan pertemuan itu, serta berdiskusi dengan yang lain,” tutur SBY.

SBY mengakui menginginkan berjumpa serta berdiskusi dengan Ma’ruf Amin berkaitan permasalahan Islam serta dunia.

SBY juga meluruskan pernyataan Ma’ruf Amin yang terlebih dulu dituduh sudah menyanggah ada pembicaraan itu.

Menurut SBY, Ma’ruf tak menyanggah tentang ada pembicaraan, namun menyanggah kalau MUI disuruh membikinkan fatwa atau sikap keagamaan oleh SBY.

“Tak ada pembicaraan langsung yang terkait dengan pekerjaan kami, MUI, yang terkait dengan mengambil keputusan pendapat keagamaan atau apapun namanya,” kata SBY.

SBY juga menyanggah tuduhan merubah Ma’ruf Amin untuk keluarkan fatwa berkaitan masalah Ahok.

Menurut SBY, MUI adalah majelis yang bikin fatwa atau sikap keagamaan lewat cara dimusyawarahkan lebih dahulu serta tak bergantung pada Ma’ruf sebagai ketua.

“Tanyakan saja pada MUI. (Mereka) memang ada ketuanya, namun mereka itu majelis, semua suatu hal dimusyawarahkan,” papar SBY.

“Silahkan di tanyakan apakah pendapat keagamaan MUI itu lahir dibawah desakan SBY atau dibawah desakan siapa juga. Saya sangka gampang sekali, dari pada kelak saya disangka defensif, silahkan bertanya segera,” kata dia.

Komentar Anda

Leave a Reply