Humphrey, Aksi Cuci Otak Orang Pulau Seribu

LiputanNKRI, Jakarta Aksi Bela Islam dikarbakan akan terus berlanjut. Kesempatan ini bakal di gelar di Kepulauan Seribu. Setidaknya itu yang terlihat dalam selebaran yang ramai beredar di medos (Media Sosial).

Acara yang bertajuk Tabligh Akbar Tindakan Bela Islam itu rencananya bakal di gelar di Masjid Jami Al Makmuriah, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Acara itu bakal di gelar pada tanggal 9/1/2017 jam 12:00 – 17:00 WIB.

Dalam selebaran itu dijelaskan, tempat acara bakal diadakan ditempat kejadian perkara masalah dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pendapat Advokat Ahok

Penasihat hukum Ahok yang tergabung dalam Tim Advokat Bhinneka Tunggal Ika, Humphrey Djemat, angkat bicara. Menurutnya, dengan dilakukan acara itu (aksi bela Islam) makin terlihat sangat jelas, masalah Ahok direkayasa.

Sebab, Humphrey meneruskan, tidak ada satupun warga Kepulauan Seribu (Mayoritas 99% pemeluk Islam) yang langsung mendengarkan pidato Ahok kemudian melaporkan Ahok ke polisi maupun melakukan protes. Apakah penganut Islam di kepulaun seribu imannya kurang? Ini kan sudah jelas tidak masuk akal.

“Semakin terlihat dengan jelas kalau masalah dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok makin direkayasa. Dikarenakan dari awal Ahok melakukan pidato tidak ada seorangpun, orang kepulaun Seribu yang langsung mendengarkan pidato Ahok, melaporkan ke polisi. Bahkan juga, tidak ada yang memprotes pada waktu itu,” ucap Humphrey.

Acara itu mungkin sedikit dapat mengganggu jalannya persidangan. Sebab, ada yang berusaha menambahkan dan menjadikan saksi tambahan. Tidak dipungkiri hal tersebut bisa menggangu persidangan yang sedang berlangsung, ucap Humphrey.

“Saat ini lantaran dipersoalkan oleh pihak Ahok serta PH (penasihat hukum). (Mereka coba) lakukan bersihkan otak orang Kepulauan Seribu, terlebih ingin menambah dan menjadikan saksi tammbahan. Tentu tidak diterima dong,” tegas Humphrey.

Komentar Anda

Leave a Reply