Tanggapan Sekjen PDI Perjuangan ‘Ciutan SBY Penyebar Hoax, Juru Fitnah berkuasa dan Merajalela’

Liputannkri, Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Krisyanto malas menyikapi lebih jauh masalah cuitan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan ‘juru fitnah serta penyebar berita bohong atau hoax berkuasa serta menjalar’. Dia menyampaikan, agar keluhan yang dituangkan SBY melalui sosial media itu disikapi juga di sosial media.

“Itu agar disikapi di twitter lah. Ini dunia doa saat ini,” kata Hasto di acara Ngaji Kebangsaan yang di gelar di DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/01/2017) malam.

Ciutan SBY

Lewat account twitternya, SBY mengeluhkan masalah menjalarnya berita bohong atau hoax saat ini.

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Negara kok jadi begini. Juru fitnah, penyebar “hoax” berkuasa dan menjalar. Kapan rakyat kecil dan yang lemah menang? ‘SBY’,” ciutan SBY di account @SBYudhoyono, Jumat (20/01/2017).

Twit yang di-posting sekitaran jam 14:00 WIB itu sampai jam 16:55 WIB telah di retweets sebanyak 2.765. Twit itu juga mendapat likes jumlah 1.931 serta dikomentari oleh 1.600-an pemakai media sosial twitter.

Presiden Jokowi saat ini tengah menggodok kebijakan untuk menanggulangi berita ‘hoax‘. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengungkapkan, tiga cara tersebut :

  • 1. Melibatkan perusahaan sosial media dalam meniadakan content negatif
  • 2. Aplikasi denda untuk perusahaan
  • 3. Mempersiapkan literasi mengenai pemakaian sosial media

Menurut Teten, keterlibatan perusahaan sosial media dalam melakukan pengawasan begitu penting. Setiap perwakilan perusahaan sosial media berkerjasama dengan pemerintah dalam satu satgas. Pemerintah memiliki hak memohon sosial media meniadakan semua content bohong yang terlihat dalam 24 jam.

Diluar itu, diperhitungkan juga menjatuhkan denda untuk perusahaan yang membiarkan content negatif selalu nampak tanpa ada filter. Paling akhir, kementerian mesti mempersiapkan manfaat literasi mengenai sosial media. Literasi ini mesti mulai digerakkan lewat beragam pendidikan.

“Manfaat literasi mengenai medsos oleh kementerian, kepada masyarakat melalui pendidikan. Kan ada anak muda yang butuh mengerti bagaimana sebenarnya kegunaan sosial media,” lebih Teten.

Langkah-langkah ini sudah dibicarakan dalam rapat terbatas yang di pimpin Presiden Jokowi. Pilihan ini secara teknis bakal dibicarakan kembali di tingkat menteri yang di pimpin Menko Polhukam, Tetan mengakhirinya.

Komentar Anda

Leave a Reply