Prodeo Menanti MU Habib Rizieq Shihab!!!

LiputanNKRI, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Rizieq Shihab kelihatannya akan selalu bolak-balik ke kantor polisi. Tidak hanya di Jawa Barat, laporan pada Rizieq juga tercatat di Polda Metro Jaya.

Pelecehan Pancasila

Putri Presiden pertama Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq atas dugaan penghinaan Pancasila waktu ceramah di lokasi Jawa Barat. Rizieq juga telah menjalani pemeriksaan selama 4,5 jam serta dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik, semalam.

Sukmawati mengakui tidak terima dengan pernyataan Rizieq sudah berbuat tidak etis pada Landasan Negera yakni Pancasila. Terlebih Soekarno, ayahnya adalah salah seorang yang merumuskan butir-butir Pancasila.

Rizieq berdalih waktu itu dia memaparkan tesisnya waktu meniti study di University of Malaya, Malaysia. Tesis itu berjudul ‘Pengaruh Pancasila Pada Aplikasi Syariat Islam di Indonesia’. Rizieq menjelaskan karya ilmiah yang dibuatnya itu salah satu bab mengulas histori Pancasila.

Rizieq mengkritik Pancasila yang dimaksud lahir pada 1 Juni 1945. Menurut Rizieq, Pancasila lahir pada 22 Juni. Diluar itu, dalam tesis yang di buat itu Rizieq memasukkan usulan Sukarno yang pernah memposisikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa di sila paling akhir. Waktu perumusan sila itu diberi nama “Ketuhanan Berkewajiban menjalankan syarat untuk pemeluknya.”

Atas basic itu, Dia menilai laporan Sukmawati tidak pas. Menurut dia, sama saja langkah itu menodai dunia akademik. “Janganlah tesis ilmiah dikriminalisasikan, harusnya diuji, dan salah satu penguji saya Prof. Indonesia yang menekuni bidang ketatanegaraan Indonesia,” katanya.

Diluar itu, masalah lain yang menunggu Rizieq yaitu masalah pernyataannya mengenai simbol palu arit dalam duit kertas baru yang di keluarkan Bank Indonesia (BI). Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) serta Solidaritas Merah Putih (Solmet) telah bikin laporan.

Mencemarkan Nama Baik Bank Indonesia (BI)

“Apa yang dikatakan imam besar FPI, Rizieq menyampaikan kalau simbol negara di duit diterbitkan BI yaitu Palu Arit, itu adalah simbol komunis dan menuduh Presiden Jokowi seseorang PKI,” kata Ketua Solmet, Sylver Matutina di Mapolda Metro Jaya, Selasa 10 Januari 2017.

Menurut Sylver, pernyataan Rizieq itu begitu menyinggung dan menyakiti hati anak bangsa. “Ini begitu menyinggung anak bangsa. Walau sebenarnya, itu bukan seperti yang demikian, dan perbuatan ini begitu tidak etis serta memfitnah dan memprovokasi seakan-akan negara ini telah dikuasai Oleh “Komunis“, kebenarannya mana ada komunis saat ini ada di Indonesia,” tegasnya.

Menistakan Agama

Kemudian, Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI), Angelo Wake Kako juga lebih dulu melaporkan Rizieq. Angelo mengakui memiliki bukti video berdurasi 21 detik mengedar di sosial media, Rizieq disangka sudah menistakan agama. Video itu juga telah diserahkan ke penyidik.

“Kami melaporkan Habib Rizieq pada ceramah beliau di Pondok Kelapa pada 25 Desember silam, yang menyebutkan ‘kalau Tuhan beranak lalu bidannya siapa?’ Di situ diketemukan ada gelak tawa apa yang di sampaikan Habib Rizieq,” kata Angelo selesai melapor di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 26 Desember silam.

Laporan dengan tercatat nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit Reskrimsus pada 26 Desember 2016. Perkara penistaan agama lewat media elektronik dengan terlapor Habib Rizieq Shihab, Fauzi Ahmad serta Saya Reya. Menurut dia, Fauzi Ahmad dan Saya Reya cuma dikenakan Undang-Undang Nomer 19 tahun 2016 tentang ITE mengenai pergantian atas Undang-Undang Nomer 11 tahun 2008 mengenai ITE.

“Tidak hanya Habib Rizieq kebetulan kita peroleh ini dari account media sosial ahmad fauzi (account instagram) serta @sayareya (account twitter). Iya untuk dua orang (Ahmad serta Sayareya) yang menyebarkan,” tuturnya.

Laporan sama juga dikerjakan instansi Student Peace Institute serta Komunitas Mahasiswa Pemuda Lintas Agama (Tempat tinggal PELITA). Koordinator Tempat tinggal Pelita, Slamet Abidin menuding perkataan Rizieq dalam video yang mengedar bisa memecah belah kerukunan antaragama di Indonesia.

“Perkataan itu sama saja untuk menjelek-jelekan agama lain, hal semacam itu tidak dapat dibenarkan,” tegasnya selesai bikin laporan di SPKT Polda Metro Jaya, Jumat 30 Desember silam.

Rizieq menangapi dengan tenang semua laporan tersebut. Dia menilai semua laporan dialamatkan pada alamat yang salah.

“Menurut saya, sebagai pribadi yang dilaporkan, saya nilai ini laporan salah alamat,” kata Rizieq dalam konferensi pers mendekati Tabligh Akbar Tindakan Bela Islam serta Safari 212 di Medan, Rabu 28 Desember silam.

“Masalah pelaporan, saya fikir setiap warga negara sah-sah saja melaporkan mana-mana saja yang dikira tidak mematuhi hukum di negeri ini.”

Komentar Anda

Leave a Reply