Anggaran Subsidi Untuk Tahun Ini Meningkat Menjadi Rp 168 T

LiputanNKRI, Belanja subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun anggaran 2017 disepakati sebesar Rp 168,8 triliun. Belanja peningkatan kalau dibanding anggaran pengelolaan subsidi dalam APBN 2017 yang diusulkan Rp 160,1 triliun.

Dari total anggaran pengelolaan subsidi, khusus anggaran subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 89,7 triliun atau membengkak sebesar Rp 12,4 triliun dari APBN 2017 yang sebesar Rp 77,3 triliun.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pengubahan anggaran subsidi energi berdasarkan hasil audit yang sudah dilakukan pemerintah.

” Tahun ini nanti kita hitung lagi karena itu sangat bergantung pada parameter harga ICP, cost-nya dia, serta mekanisme kita ada verifikasi dan audit. Angka itu belum final, nanti setelah audit BPK. Nanti kita lihat tergantung pada implementasi kebijakannya. Sementara pagu yang telah ada sesuai dengan kebutuhan yang ada saat ini, saat ini loh ya, ” kata Askolani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Baca Juga :  Maskapai Indonesia Kembali Masuk Nominasi 10 Penerbangan Termurah

Anggaran subsidi energi yang sebesar Rp 89,7 triliun terbagi dalam subsidi BBM serta elpiji 3 kg sebesar Rp 44,48 triliun, serta subsidi listrik sebesar Rp 45,37 triliun. Jika dibandingkan dengan APBN tahun ini, keduanya mengalami kenaikan yaitu subsidi BBM dan elpiji 3 kg sebesar Rp 32,3 triliun, serta subsidi listrik Rp 45,0 triliun.

” Namun itu kan masih lihat audit, audit yang menentukan apakah itu kelebihan atau kekurangan, ” terang dia.

Disamping itu, dalam kesepakatan RUU berkenaan APBNP 2017 menjadi UU terdapat beberapa catatan tentang dengan anggaran subsidi energi.

Pertama, agar pemerintah menggunakan data yang valid serta sumber daya yang tunggal untuk seluruh penyaluran program subsidi energi, subsidi non energi, ataupun bantuan sosial.

Baca Juga :  Maskapai Indonesia Kembali Masuk Nominasi 10 Penerbangan Termurah

Kedua, Pemerintah juga harus berusaha berkomitmen untuk melaksanakan program subsidi gas LPG tabung 3 kg secara tertutup, sehingga kegagalan di tahun 2017 tidak terjadi lagi.

Ketiga, diharapkan pemerintah mensosialisasikan serta menyediakan gas LPG tabung 5,5 kg sehingga penyaluran subsidi gas LPG tabung 3 kg bisa tepat sasaran.

Keempat, pemerintah harus selalu berusaha agar penyaluran subsidi tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Kelima, berharap agar pemerintah memberi sosialisasi tentang kebijakan tarif listrik pada masyarakat hingga tidak menimbulkan gejolak sosial.

Komentar Anda