Akhir Perjalanan Kasus Peradilan Jesicca Kumala Wongso

LiputanNKRI, Akhir dari cerita kasus Jesicca Kumala Wongso telah berakhir di Mahkamah Agung.MA menolak permohonan kasasi terdakwa kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso. Putusan kasasi tersebut diketok pada 21 Juni 2017.

Dilansir dari website MA, Rabu (21/6/2017), perkara kasus tersebut diketok oleh ketua majelis kasasi hakim agung Artidjo Alkotsar dan dibantu dengan 2 orang hakim  anggotanya,yaitu hakim agung Salman Luthan dan hakim agung Sumardijatmo.

Perkara dengan nomor register 498K/PID/2017 memutus untuk menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh terdakwa Jessica Kumala Wongso. Perkara tersebut masuk ke meja kasasi pada tanggal 9 Mei 2017.”Amar putusan: Tolak,” putus Artidjo dalam website MA.

Jessica didakwa membunuh Mirnav yang meninggal dunia di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta pada 6 Januari 2016. Kematian Mirna mengarahkan polisi ke diri Jessica dan menetapkan Jessica sebagai tersangka tunggal dalam pembunuhan tersebut.

Di tingkat pertama, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Jessica. Jessica lalu mengajukan banding. Tapi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan putusan PN Jakpus Nomor 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst pada 27 Oktober 2016. Upaya kasasi pun tetap ditolak pada 21 Juni lalu.

Ditempat terpisah,Kuasa Hukum Jesicca Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengaku sangat kecewa sekali terhadap putusan Mahkamah Agung terhadap upaya Hukum yang dinilainya sangat tidak adil terhadap klennya tersebut.”Akhir dari upaya yang kami lakukan tidak membuahkan hasil,apakah sudah terbukti,pledoi yang kami sampaikan ke Hakim Agung juga tidak di pertimbangan,saya sungguh kecewa,” ucap Otto.

Otto mengatakan, seharusnya majelis kasasi memperbaiki penerapan hukum pada persidangan sebelumnya. Otto berharap majelis kasasi yang diketuai oleh hakim agung Artidjo Alkotsar memperbaiki pertimbangan hukum.

Komentar Anda