Ius Pane Angkat Bicara Soal Perampokan Pulomas

LiputanNKRI, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, salah satu tersangka perampokan di Pulomas, Ius Pane, sering keluar masuk penjara, sama halnya dengan pimpinan komplotan, Ramlan Butarbutar.
Berita Indonesia, Berita Terkini, Berita Aktual, Berita Terpercaya
Ius Pane adalah residivis kasus perampokan yang keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang 11 bulan lalu.

“Dari dulu juga Ius ada kelompok tersendiri. Dia punya kelompok tersendiri dan kebetulan pas kemarin dia ke luar diajak oleh Ramlan untuk melakukan perampokan dan diketahui sudah tiga kali mereka lakukan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/1/2017).

Ius mulai mengenal Ramlan dan bergabung merampok bersama dua tersangka lainnya pada pertengahan Desember.

Dalam sepekan sebelum merapok di Pulomas, keempat pelaku ini merampok di Jonggol dan Purwakarta.

“Sebenarnya dia adalah spesialis rumah-rumah seperti ini banyak barang berharga. Jadi bukan spesialis mobil, motor, maupun yang lain,” kata Argo.

Modus yang dilakukan saat merampok di Jonggol dan Purwakarta sama dengan di Pulomas.

Mereka masuk ke rumah mewah yang sedang terbuka kemudian menyekap penghuninya agar bebas menggasak harta benda.

Mereka tak pernah membobol pintu masuk rumah dan selalu berusaha mengelabui penghuninya.

“Dia gunakan pertama ancaman verbal. Dia bentak atau apa. Yang kedua dengan menodongkan senjata atau senjata tajam. Yang ketiga pasti mengikat entah itu pakai tali sepatu atau rafia atau lakban. Yang seterusnya pasti menempatkan korban di suatu ruangan kemudian dia melakukan aksi,” ujar Argo.

Saat diinterogasi polisi, Ius mengaku tak menyangka bahwa perampokan di Pulomas yang hasilnya hanya jutaan rupiah itu menewaskan enam dari 11 orang penghuni rumah.

Ius mengatakan, keputusan untuk menyekap itu hanya kebetulan karena ruangan terdekat adalah kamar mandi tanpa ventilasi berukuran 1,5 x 1,5 meter tersebut.

“Dia tidak menyangka ada korban meninggal. Karena selama dia melakukan aksinya malang melintang di perampokan dia belum pernah melukai korban dan ada yang meninggal,” ujar Argo.

Gemar Ngomong di Bus

Ridwan Sitorus, alias Ius Pane, perampok perumahan mewah Pulomas, Jakarta Timur yang menewaskan enam orang ternyata gemar berbincang-bincang dengan penumpang Bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Hal ini disampaikan Renny (26), penumpang satu Bus Antar Lintas Sumatera (ALS).

Renny (26) merupakan warga Bogor, Jawa Barat, satu bus dengan Ius Pane dalam perjalanan dari Bogor menuju Sumatera Utara. Selama di perjalanan, lanjutnya, Ius Pane gemar mengobrol atau berbincang-bincang dengan penumpang lainnya.

“Dia biasa saja orangnya. Saya liat sering mengobrol dengan penumpang lainnya, khususnya penumpang yang duduk di dekatnya. Tapi terkadang diam aja, dan tidur. Mungkin banyak yang terkejut bisa satu bus dengan perampok itu,” ujarnya saat dihubungi liputanNKRI.com, Senin (2/1/2017).

Ia menjelaskan, selama di dalam bus, tidak pernah bertegur sapa dengan Ius Pane, namun beberapa penumpang lainnya terlihat sering berbincang ataupun saling berbagi makanan. Bahkan, dia tidak melihat proses penangkapan karena turun di Kota Tebingtinggi.

“Ada seorang ibu yang duduknya tepat di depan dia (Ius Pane) sering mengobrol mereka. Tapi, saya enggak tahu nama ibu itu. Dan saya juga tidak tahu nomor handphonenya karena sekadar kenal di dalam bus saja,” katanya.

Sebelum Bus ALS yang mereka tumpangi berangkat pada Kamis (29/1/2017) sekitar pukul 14.00WB lanjutnya, petugas sempat memanggil nama satu-persatu penumpang. Namun, para penumpang maupun manajemen bus tidak ada yang curiga dengan Ius Pane.

“Memang di awal masuk ke dalam bus, sebelum berangkat, petugas bus itu panggil nama-nama penumpang. Hanya saja enggak ada yang tahu ada DPO di dalam bus yang berangkat dari Bogor tujuan Medan itu,” ujarnya.

Setelah lima hari melarikan diri, aparat kepolisian menangkap Ridwan Sitoris alias Ius Pane, di Pool Bus ALS, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2017) sekitar pukul 08.05 WIB.

Ius Pane diketahui berangkat dari Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (29/12/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sepanjang perjalanan Bogor-Medan, ia duduk di kursi nomor 37, tidak jauh dari pintu belakang bus bernomor pintu 333. Adapun, nama pada tiket yang digunakannya bernama Ridwan.

Penangkapan Ius Pane dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sapta Maulana Marpaung. Dalam penangkapan itu, polisi menyaru sebagai penjemput keluarga dan calon penumpang.

Komentar Anda

Leave a Reply